Dami Ndandu Toda: Apakah Sastra?

0
144

*) Dami Ndandu Toda

APAKAH Sastra? Benarkah tidak mengetahui teori mutakhir berakibat pada ketidakmampuan orang di Indonesia membaca dan memahami karya sastra tradisi dan sastra baru ditulis pengarang mereka sendiri? Benarkah komunikasi “membaca dan memahami karya sastra” lama atau baru bagi pembaca dalam negeri perlu menanti tebusan pengetahuan “ilmiah” teori sastra mutakhir dengan nama-nama aneh diimpor jauh-jauh dengan bahasa asing Cekoslovakia, Rusia, Prancis, Jerman, lewat kuliah “Program Leiden” (Belanda)?

Haruskah pembaca yang telah bernikmat diri membaca sastra bangsa sendiri harus kembali mencurigai kejujuran kenikmatan penerimaan dan apresiasi membacanya karena belum diabsahkan membaca “teori sastra mutakhir”? Suatu hal pasti bahwa nabi-nabi asing teori sastra kubu linguistik: Mukarovsky, Jakobson, Lotman, Barthes, Riffaterre, Jausz belum pernah tahu dan alami membaca tradisi-tradisi puitik sastra Jawa, Bali, sastra Pustaka Batak, La Galigo Bugis-Makasar, Sa’dan Toraja, sastra teks asli Indonesia dan aneka sastra daerah Indonesia.

Pertanyaan “apakah sastra” memang selalu saja beredar di kalangan umum, betapa pun berdasarkan pengalaman mereka sendiri membaca teks, mendengar bahkan memproduksi teks sendiri kenal dan bisa merasakan perbedaan cita-rasa hayatan topik sastra dan bukan sastra di hadapannya. Buku ini membahas sastra Indonesia, teori sastra, yang antara lain berisi kritik tajam penulis terhadap “pengagum” teori sastra Barat yang mengecilkan arti “karya sastra” Indonesia di hadapan teori sastra Barat. (sumber)


damiDami Ndandu Toda, kelahiran Pongkor, Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, 20 September 1942 – Leezen, Jerman, 10 November 2006), adalah kritikus sastra Indonesia. Dami menempuh pendidikan dasarnya di SD Ruteng I, Manggarai (1954). Kemudian ia melanjutkan ke pendidikan menengah di Seminari St. Yohanes Berkhmans, Mataloko, Flores (1961), dan meneruskan ke pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Ledalero, Maumere, Sikka, Flores (tidak tamat), lalu ke Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta sampai tingkat sarjana muda dan doktoral (1967), Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya (tidak tamat), dan Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Jakarta (1974).

Dami pernah bekerja di Departemen Sosial RI (1973-1975), mengajar pada Institut Kesenian Jakarta, dan menjadi Sekretaris Eksekutif Yayasan Seni Tradisional (Jakarta). Dia juga banyak tampil dalam seminar baik di tingkat nasional maupun internasional, seperti di Universitas Sam Ratulangi, Manado, Fakultas Sastra UI, Universitas Kebangsaan Malaysia, Kuala Lumpur, dan pada 10th European Colloquium on Indonesian Studies di Universitas von Humboldt, Berlin, dengan makalah “Dutch-Treaty and Contract Conceptions versus Adat Perceptions”. Pada 1981, dia menetap di Hamburg untuk mengajar pada Lembaga Studi-studi Indonesia dan Pasifik, Universitas Hamburg.

Dia yang rajin menulis pernah menjadi redaktur tamu pada Harian Berita Buana dan staf redaksi Majalah Kadin Indonesia. Tulisannya banyak tersebar di sejumlah surat kabar nasional seperti Sinar Harapan, Kompas, Suara Karya, dan Berita Buana. Sedangkan esai-esainya banyak muncul di majalah budaya, seperti Budaya Jaya dan Horison.

Berikut ini adalah sebagian dari hasil karya tulis Dami N. Toda:
• Penyair Muda di Depan Forum (1974)
• Puisi-puisi Goenawan Mohamad (1975)
• Pembacaan puisi dua penyair muda Jakarta, 27 Agustus 1975, jam 20.00 WIB di Plaza Taman Ismail Marzuki (bersama Handrawan Nadesul) (1975)
• Novel Baru Iwan Simatupang (1980)
• Cerita-cerita Pendek Iwan Simatupang (1983)
• Sajak-sajak Goenawan Mohamad dan sajak-sajak Taufik Ismail, bersama Pamusuk Nasution (1984)
• Hamba-hamba Kebudayaan (1984)
• Catatan Penutup dalam “Ziarah malam: sajak-sajak 1952-1967” oleh Iwan Simatupang (1993)
• Manggarai Mencari Pencerahan Historiografi (1999)
• “Maka berbicaralah Zarathustra” – terjemahan (2000)
• “Siti Zainon Ismail: penyair wanita tersohor Nusantara”, dalam majalah “Dewan Sastera”, No.10, Vol.32 (2002)
• Apakah sastra?: kumpulan esai kritik teori sastra budaya mengenang almarhum Dr. H.B. Jassin (2005)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY