SEPERTI PUISI, CELANA MANDI: Puisi-Puisi PUTRA NIRON

0
293

*) Putra Niron

SEPERTI PUISI

Saya sudah berjuang membesarkanmu puisi.
Hanya saja, sifatmu tak pernah besar.
Ya. Kau merendah.

WP, 2016

CELANA MANDI
: untuk Jokpin

Kau masih senang berkelana
Tanpa sarung.
Kelanamu di kamar mandi.
Maaf celanamu numpang mandi di sini.
Mandikan saja dia jadi celana mandi.
Tapi sudah sobek tepat di selangkangan.
Aduh, mata ibu sudah tak kuat menusuk benang pada lubang jarum.
Tenang saja. Ibu sudah mengirim sedikit ilmu merajut sobekan kepada menantunya.
Tapi sialnya dia sedang merantau.

WP, 2016

KEMATIAN PEMIMPI GILA

Orang gila yang disangka kudus
Atau orang kudus yang dianggap gila,
Hidup dengan mimpi impian gila.
Terlampau gila untuk sesuatu yang kudus.
Terlalu kudus untuk menjadi gila.
Kami tergila-gila.
Di hadapan nisan pemimpi gila ini
Kamu haturkan permisi.
Semoga doa-doanya terdengar
Di halaman Tuhan.

Ledalero, 15 Januari ’16


PUTRA NIRON, giat di Komunitas Arung Sastra Ledalero. Tinggal di wisma St. Agustinus Ledalero.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY