Hujan Bulan Juni

0
603

Hujan Bulan Juni
Novel
Penulis:
Sapardi DJoko Damono
ISBN13 :
9786020318431
Penerbit
Gramedia Pustaka Utama,15 Juni 2015
Literary Awards :
Kusala Sastra Khatulistiwa Nominee for Prosa – shortlist (2015)

Sarwono adalah seorang Dosen muda yang mengajar antropolog dan berketurunan Jawa tulen jatuh cinta pada seorang wanita bernama Pingkan yang juga seorang Dosen muda pada Prodi Jepang, dan berdarah campuran Jawa dan Manado. Jatuh cinta sejak menjadi mahasiswa hingga saat ini menjadi pengajar di salah satu perguruan tinggi.

Namun mereka bingung sebab sudah terlalu lama mereka berpacaran tetapi belum ada tanda-tanda akan dibawa kemana hubungan ini. Bukan Cuma permasalahan suku saja yang menghambat namun, dari segi agama juga mereka berbeda. Sarwono beraga Islam dan pingkan beragama Katolik. Pertentangan agama ini terus dipermasalahkan oleh keluarga besar Pingkan, yang menginginkan Pingkan mendapatkan seorang lelaki yang sesuai agamanya. Disinilah salah satu ujian hubungan keduanya diuji. Harapan keluarga besarnya adalah dia menikahi sosok dosen muda yang pernah kuliah di Jepang dan sekarang mengajar di Menado. Sosok pemuda yang dari dulu juga menaksir Pingkan.

Selain itu cobaan dari keluarga Pingkan, cinta Sarwono juga diuji ketika perempuan yang dicintainya mendapatkan beasiswa untuk belajar ke Jepang. Bukan jauhnya yang membuat Sarwono galau setengah mati, namun disana ada pria Jepang namanya Katsuo. Katsuo sendiri adalah dosen Jepang yang pernah kuliah di UI, tempat Sarwono dan Pingkan mengajar sekarang. Dan selama di Indonesia, Katsuo sangat dekat dengan Pingkan. dan jatuh cinta kepada kekasihnya.

Bukan hanya alur tentang bagaimana Sarwono menahan diri dan meyakinkan dirinya sendiri kalau Pingkan tetap setia padanya. Di sini juga ada cerita bagaimana Sarwono harus kuat melawan batuk yang tidak berkesudahan. Batuk yang pada akhirnya membuat dia harus terkapar di pembaringan Rumah Sakit. Ada juga kisah tentang arti dari penamaan Pingkan, ya nama Pingkan diambil dari sebuah cerita yang sudah melegenda di Menado.

puisi-sapardi-djoko-damono
Kita tak akan pernah bertemu;
Aku dalam dirimu
Tiadakah pilihan
Kecuali di situ?
Kau terpencil dalam diriku

(Hujan Bulan Juni – Halaman 133)


*) Filippo, bagian komunitas seni di Labuan Bajo Manggarai Barat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here