Sepilihan Puisi Komunitas Sastra BeKaS

0
442

Kota Dalam Lipatan Bibir

*) Mensi Arwan

Ini kali ke berapa, aku mengetuk setiap pintu
Mengetuk setiap mulut terkatub
Lorong-lorong tanpa bahasa-diam menebal debu
Kata-kata mati
Percakapan-percakapan sunyi serta
Isyarat-isyarat dirundung bisu
-jauh di jantungnya
Kutemukan sebuah pedang mematikan

Ingat Perkaramu

*) Charlo Dagur

/1/
Jangan terlanjur kauinjak mati
Semut diujung kulitmu
Ia pun terlanjur menyengatmu
Meski tahu nyawanya ‘kan regang. Melayang
Kaupun sudah membuatnya
Lihatlah! Bisanya menitip gundukan
Tetapi kau lebih menginjak haknya
Ataupun mempercepatnya
Bak hidupmu habis dibelah dua

/2/
Jangan ingat banyak hari
Di jari tanganmu
Ia ‘kan lama dan hilangperlahan-lahan
Tetapi usaplah satunya saja dengan mesra
Hingga satu terasa lama. Hilang ingatmu
“harimupun tak lama lagi tiba”

Jerit Negeri

*) Is patut

Aku ini hitam
Semakin hitam saja aku
Tahulah
Aku dulunya hitam putih
Ah, bangsat!
Putihku ternoda hitam makin
Kepadamu?
Kau tahu jawabnya

Dulu kupikir kau memutih hitamku
Zamanmu memutih makin putihku
Konyol,sungguh!
Nyatanya kau juga hitam, dekil

Hai, nak, (bangsat?)
Hitam-putihku pada-olehmu
Maukah tak gersang
Sepanjang pandang?

Karmamu

*) Joan Dampuk

Aku itu, karma
Selirmu, kau tahu itu
Kita bersenggama mesra
Lahirlah putra tunggal
Cermin, kau beri namanya
Tetap tak puaslah kamu
Hendak menyatukan duanya
Jodohkan cermin dengan anak istrimu
Lahir cucu sematawayangmu
Gema, itulah namanya
Karma-cermin-gema
Ingat, nama adalah tanda

Aku adalah karma
Lahir lantaran laku-sebut-lalaimu


Beberapa penyair di atas merupakan anggota dari Komunitas Sastra BEKAS (Bengkel Kata Sanpio). Para anggota komunitas ini merupakan calon imam di Seminari Pius XII Kisol. Komunitas ini dinamakan BEKAS karena para anggota ingin meninggalkan bekas/tanda. Bekas itu ditandai  dengan kata. Kata dalam sastra perlu ‘ditinggali’ dalam rumah ini (Sanpio). Kata itu dilahirkan dalam setiap pengalaman, pengamatan, ditulis dalam sastra. Bekas kata-kata itu akan diingat kembali.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY