Memaknai Semangat R.A. Kartini, Komunitas JOEBAWI Bikin Antologi Puisi “Membaca Kartini”

0
996

FloresSastra.com – Tanggal 21 April diperingati sebagai hari Kartini. R.A. Kartini adalah tokoh (baca: pahlawan) emansipasi wanita. Pada masanya, R.A. Kartini hadir sebagai pendobrak adat/kebiasaan yang mencederai nilai nilai kemanusiaan, secara khusus yang mereduksi kemanusiaan wanita pada urutan yang kesekian dalam ruang sosial dan cultural bahkan pendidikan dan politik.

Memaknai perjalanan hidup R.A. Kartini tak dapat elak kita memaknai apa artinya emansipasi. Dalam pada itu, emansipasi bukan hanya merupakan upaya bebas dari perbudakan, ikatan (berupa adat istiadat/kebiasaan), tekanan structural dan kultural, tetapi juga merupakan upaya membebaskan hegemoni ideologi, dan posisi epistemoligis atau cara pandang kita perihal siapa itu wanita.

Pada masanya, R.A Kartini sudah melakukan itu. Baik alam aksi maupun secara reflektif dalam gagasan-gagasannya. Hal itu berangkat dari keseharian R.A. Kartini pada masanya. Ia merasa sebagai orang yang haknya dibatasi untuk mendapatkan pendidikan dan merasa terikat oleh adat istiadat/kebiasaan. Berhadapan fakta itu, Kartini menuntut haknya untuk mendapat pendidikan yang sama dengan pria, dengan belajar di luar rumah dan mendapat pendidikan yang bukan sekadar ala kadarnya. Perjuangannya belum selesai sepenuhnya untuk mendobrak dominasi pria.

Semangat juang R.A. Kartini akhirnya melahirkan gerakan feminism. Feminisme merupakan gerakan yang memperjuangkan hak-hak wanita untuk dihargai dan ditempatkan pada tempat yang bermartabat dalam ruang publik. Mendapatkan hak yang sama dengan pria. Ada banyak hak-hak yang lain di berbagai aspek. Dan hak-hak itulah yang menjadikan para feminis di Indonesia terus perjuangkan. Ketika hak-hak asasi manusia, seperti hak hidup, hak merdeka menentukan nasibnya, dan banyak hak lainnya.

Namun sayang, kenyataannya, selama beberapa dekade “Kartini” hanya dibaca dan diingat sebatas pada perayaan di sekolah dan juga di kantor serta RT /RW dengan euforia berdandan ala Kartini pada masa lampau. Berkebaya dan aksesorisnya. Namun demikian, bukan ini yang ingin dipersoalkan, tapi apakah cukup hanya dengan berkebaya ala Kartini saja kita Membaca Kartini.

Padahal di berbagai tempat di tanah air ini, banyak perempuan Indonesia yang berjuang, bukan lagi sebagai “tulang rusuk” tetapi tulang punggung keluarga. Banyak Perempuan Indonesia yang berjuang pada porsi dan jalurnya masing-masing. Berangkat dari latar tersebut, kami dari Komunitas Sastra Joebawi mengajak anda semua untuk “Membaca Kartini” sekali lagi di Hari Karti kali ini. Kita diajak untuk memaknai dan mereflkesikan emansipasi dan kesetaraan gender.

Bentuk keterlibatan anda dilakukan dalam dan melalui pengiriman naskah puisi yang selanjutnya akan dijadikan antologi puisi penyair Indonesia “Membaca Kartini”. Antologi puisi ini akan dipublikasikan oleh penerbit Q-Publisher.

Berikut keterangan lengkap terkait pesyaratan pengiriman naskah dan rencana penerbitannya.

Tema
“Membaca Kartini”
: Emansipasi dan Kesetaraan Gender

Bentuk Kegiatan:
1. Penerbitan buku antologi puisi
2. Peluncuran buku antologi puisi
3. Lomba spontanitas baca puisi yang diselenggarakan pada saat peluncuran.

Persyaratan:

a. Peserta:
–  adalah penyair laki-laki dan perempuan
–  adalah penyair dengan lintas kewarganegaraan.
–  adalah penyair dengan usia 20 – 60 tahun.
– adalah penyair yang bersedia karyanya dimuat dalam buku antologi puisi dengan menandatangani surat perjanjian.
– adalah penyair yang karyanya dimuat akan memperoleh 1 eksemplar buku antologi sebagai bukti pemuatan karyanya.
– panitia boleh ikut serta dalam Antologi

b. Kriteria Puisi:
– Karya puisi yang dikirimkan adalah naskah asli penyair dan bukan karya plagiat.
– Karya puisi yang dikirimkan adalah karya yang belum pernah dipublikasikan, baik di media massa atau termuat dalam buku kumpulan sebelumnya. Jika sudah terpublikasikan harap menuliskan sumber penerbitannya.
– Karya puisi yang dikirimkan sejalan dengan tema.
– Karya puisi dikirimkan dalam bahasa Indonesia.

c. Pengiriman Naskah Puisi:
– Puisi yang dikirim oleh penyair 5-10 karya/judul puisi.
– Puisi yang masuk akan dikurasi sebelumnya oleh Dhenok Kristianti dan Sihar Ramses Simatupang.
– Buku Antologi akan diberi pengantar oleh Nia Samsihono dan Yoseph Yapi Taum.

d. Batas Waktu:
– Puisi diterima paling lambat tanggal 20 Maret 2016. Hasil kurasi akan di umumkan 31 Maret 2016.
– Puisi dikirim ke email : kjoebawi@gmail.com

e. Peluncuran Buku:
– Peluncuran akan dilaksanakan bulan April sebagai peringatan Hari Kartini 2016.
– Tempat peluncuran akan ditentukan kemudian oleh panitia.

f. Penerbitan dan Karya:
– Buku antologi Puisi tersebut diterbitkan oleh Q Publisher.
– Hak penerbitan sepenuhnya ada penerbit.
– Hak karya sepenuhnya pada penyair.

g. Untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi:
Julia Daniel Kotan (0822 9896 8072)
Siwi Dwi Saputro (0877 7627 3348)

h. Tim Penyelenggara:
Koordinator: A. Bardi AQT., ll Wakil Ketua: Windu Setyaningsih dan Siwi Dwi Saputro, ll Bendahara: Julia Daniel Kotan ll Sekretaris : Wikan Satriati  ll Humas: Julia, Windu, Rini Intama dan Kris da Somerpes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here