RINDU UNTUK GURU, SANG GURU “AKU” Sajak-Sajak Rini Temala dan Fitri Wolos

1
1164

RINDU UNTUK GURU
:Teruntuk Bpk. Yos Mami

Rini Temala

Mengekalkan namamu dalam puisi
Memberi makna dari sehimpun kata
Tak ada rindu memperkaya diri
Adalah niat mencerdaskan bangsa

Melewati malam sedalam rasa…
Ada yang salah dalam bertindak?
Menjemput pagi dengan cinta di ujung jari…
Hari ini lagi, Tuhan?

Untukmu  yang kusapa guru
Aku menulis karena rindu
Tentang benturan ilmu yang membentuk
Aku menulis tanda pilu
Anak zaman di negeri setengah bisu
Aku tak cukup paham
Mengartikan hidup tanpa tanda jasa

MASIH ADAKAH

Rini Temala

Masih adakah engkau
“Sebagai pelita dalam kegelapan”
Masih adakah engkau
“Penyejuk dalam kehausan”
Masih adakah engkau
“Patriot pahlawan bangsa”

Aku hanya penikmat nyata
Yang menjadi ragu
Saat waktu menjawabi
Ada engkau…
Yang bertekuk lutut di hadapan rupiah

BALADA PENGABDIAN

Fitri Wolos

Matahari perlahan beranjak ke peraduannya
Di sudut rimba mulai terpahat,
Jejak-jejak kecil berpadu tapak terbimbing.
Mereka telusuri lurus jalan tengah rimba,
Berbalut kesepian, Hanya derik jangkrik menemani.

Menapaki lembah,
Melewati sungai tak berjembatan,
Menggapai gedung beralas tanah, berdinding kayu, beratap ijuk
Tempatku bermeditasi dengan ilmu.

Demi persada nusantara, demi ilmu yang tak terbeli
Suluh yang tak kenal peluh,
Sederhana saja niatku,
Mendidik dengan hati,
Menabur cahaya pengetahuan,
Walau terkadang rapuh tetapi tetap terpanggil

Lelah terus mendera
Pejuang kemanusiaan pun terus berkarya
Menepis ketidaktahuan yang bukan sebuah kebodohan
Memenjarakan keterbelakangan peradaban
Karena terdidilah mereka seharusnya
Tak peduli sejauh mana bertempat

Tak peduli seberat apa medan ku lalui
Bagiku Sang Guru adalah Perwujudan Iman
Inilah Balada Pengabdianku.

SANG GURU “AKU”

Fitri Wolos

AKU YANG TERPANGGIL SANG GURU
SEDERHANA INGINKU
MENDIDIK DENGAN HATI…
BAGAIMANA MUNGKIN KAN TERWUJUD ?
KALA HATI SANG GURU MASIH TERKOYAK

AKU DIMAKNAI SANG GURU
KARENA AKULAH DIA
DIAMKU MENYIMPAN SERIBU BAHASA
HARAPKU BESAR TERTATA RAPI
KALA KU TAK PEDULIKAN DIA YANG TERDIDIK

AKU YANG DI SAPA SANG GURU
BERMEDITASI DENGAN KESABARAN
MERENUNG PADA WAKTU
DAN BERGULAT DALAM DOA
TEGURAN KEKASIH ILAHI MENYADARKANKU


Rini Temala dan Fitri Wolos bersahabat sejak kecil. Keduanya saat ini berprofesi sebagai guru. Mereka menulis puisi-puisi ini untuk memperingati Hardiknas, juga mencoba memaknai peran guru  yang dituangkan dalam puisi. Kedunya saat ini tergabung dalam Komunitas Sastra Hujan Ruteng. Selamat memperingati Hardiknas. Salam.

1 KOMENTAR

  1. I’ve been browsing on-line more than three hours these
    days, yet I never discovered any fascinating article like
    yours. It’s beautiful value enough for me.

    In my opinion, if all site owners and bloggers made excellent content
    as you did, the net will likely be much more useful than ever before.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here