*) Sil Nilan

AKU BUKAN ARCA

Aku bukan arca di matamu
Yang bisa kau anggap beku
Hingga sepi membaju waktu
Kutangkap angin mendesau
Cecerkan di bianglala
Biar engkau tahu
Badai yang kau hembusi
Akan berlalu dariku
Mungkin saja baik untukku
Ada waktu  engkaukan  mengerti
Bahwa sesungguhnya
Angin dan badai itu biasa
Asal jangan kau  anggap lagi
Aku bukan arca di matamu

Nusa Biru, 24 April 2016

GADIS LEWOHALA

gadis hitam manis terkesiap dari dipan tua
saat ayam berkokok riuh menyambut pagi
serasa sunyi lengang semuanya masih dibuai mimpi
angin mendesau  kejora masih  tersenyum di bianglala
daun-daun kering jatuh dalam  dingin kemarau
dengan sarung  bertenun kapas merah tua
sesekali menarik nafas dengan nanar mata biru
dalam remang  tangan lentiknya  meraih kendi
menyusur rumput ilalang pada lereng bukit itu
sampai di sumur mandi  bertelanjang dada
gadis hitam manis tersenyum ceria lagi
nyanyi kecil tentang rindu kekasih di rantau
pulang ke huma dengan kendi di kepalanya
memburu waktu sebelum sembul matahari pagi

Nusa Biru, 27 April 2016

SELENDANG KASIH DI WAKTU SENJA

basuh hati ini dengan senyuman  manis kala senja merona lagi
kau bawa tetes-tetes embun kasih di dalam cawan anggurmu
betapa berasa nikmat gurih tereguk hati nan  kemarau
saat angin mendesir dan merdu mendesau sebelum terbenam mentari
terlukis indah panorama seiring sorban pelangi membentang cakrawala
saat hati tiada cuma menyulam mimpi dan sentuh jemari melembut
melaju dalam gandeng kisah sebelum mentari pamit menjemput malam
engkau indah nian tersenyum manja bagai anak kecil meminta dibelai
lalu sodorkan  ‘ini hatimu sandarkan ke dada lekat rangkul hangatku
tak mampu kutanggalkan begitu saja karena aku mengasihimu
pada puing-puing harapan yang pernah tercebur dan membusa
pada ujung duri derita lara yang sering menancap dalam nubari
pada desah rindu yang membentur dinding-dinding hingga pecah berhamburan
pada selendang  kasih yang pernah terbang lepas dihembus badai
pada semua lukamu ‘kuingin engkau  tak bersimbah air mata lagi
di cekung rautmu nan molek itu aku tak ingin menduakan janji
saat  laju waktu  sering nyanyi hati tak semerdu rasa itu hanya saat ada dan tiada
mana senyuman mempesona tampak di mataku  kan mengecap bias kesahajaan yang kaupunya?
dan di waktu seperti ini diammu menggulum,,,,  apakah karena memikirkan sendiri dalam sepimu?
aku mengasihimu….., satu kata bukan dua atau tiga kalimat yang cuma bermanis di  bibir saja
nantikan…, jika kasih ini tulus suci…., suatu waktu pula rindu tak selamanya hampa
kan kulabuhkan untuk memberimu arti tentang antara kita ‘aku masih mengasihimu

Nusa Biru, 27 April 2016


Sil Nillan adalah nama pena untuk Silvester Silibala Nillan. Masa muda digunakan sepenuhnya untuk bekerja. Setelah menyeslesaikan  SPG Kemasyarakatan Lewoleba, 1990 mengikuti tes pengangkatan guru bulan November 1990 dan dinyatakan lolos program GUDACIL  (Guru Daerah Terpencil ) di Kabupaten Flores Timur, ditempatkan pada SDK Atanila ( 1991-1996), SDK Leuwayang (1996-2002), SDK Lelawerang (2002-2005), SDI Kimakama (2005-2009)  Sarjana Pendidikannya  diselesaikan pada tahun  2006,    pada FKIP Universitas Terbuka-Jakarta. Pengalaman menjadi guru lebih kurang selama 18 tahun memberinya syarat menguasai pelbagai  masalah mengenai bidang pendidikan. Beliau mampu lolos pada  sertifikasi guru perdana  portofolio tahun 2007. Namun oleh karena sebagai  abdi negara yang loyal beliau menerima pengalihan status pegawai  oleh  Bupati  Lembata dari tenaga fungsional menjadi struktural,  dengan diangkat   sebagai Kepala  UPTD  PPO Kecamatan Ile Ape (2009-  2012), Kepala Seksi     Ketenagaan & Kesiswaan Dikmen Dinas PPO Kab.  Lembata  (2012-sekarang).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here