MELODI GERIMIS, TERBUANG, Sajak-Sajak Krissma TS

4
193

*) Krissma TS

Melodi Gerimis

ia merayu pada Tuan
semenjak senja dicampur badai
tidak jua kau capai
karena ranting-ranting flamboyant
sudah berarak terang

di sana, di tempat mentari terbit
anak kecil, suara parau dengan pensil yang
sengaja ia gigit
karena dingin akan mengancam konsentrasinya
matanya bulat pelik sekali
memandangi sang guru berkacamata tebal

kemudian berkata:
“Kita harus siap melawan dunia, kuncinya
hanya satu: belajarlah agar hina tidak meraja”

Terbuang

demi aku
akupun nyaris membakar wasiat ayahmu
sambil tertegun, karena mayat busuk menusuk lubang hidung
siapa yang berani bertanggungjawab?

gamang, remuk, dan mati
melipat dengan sungguh kertas-kertas usang
sementara debu jalanan membakar pantulan mentari di atas aspal
di bawah puisi ini tercacat pesan:
jangan cemburu dengan apa yang dibanggakan manusia

Manggarai, Maret 2016


Krissma TS (Risma Dewi Purwita), lahir di Purwakarta, Jawa Barat. Anak ketiga dari tiga bersaudara. Hal yang paling dibenci adalah jarum suntik dan hal yang paling menyenangkan adalah dihargai. Sekarang tinggal di Manggarai-Flores, NTT.  Mengelola blog http://krissma.blogspot.com.  Akun Facebook Krissma Tesalonika Suwarno. Puisi bukan perkara ritme, mereka hanya perlu dicipta!

 

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here