PERIH RAHIM LUKA SEMESTA, Puisi-Puisi Francis Lamanepa

0
708

*) Francis Lamanepa

PERIH RAHIM LUKA SEMESTA
Kepada Yang Kalap

Gemuruhmu malam ini membatu
Dan aku tidak melihat; memang!
Tapi nadiku menjerit
Tabung adrenalinku kejut
Meleleh tumpah genangi Kemih
Mestinya pesing saji sejati
Itu amis membangkis maha peri

Apa itu rindu yang kau dekap?
Kau paksa pinak tanpa rahim
Beragi kotor di nyawa sedetik?
Pasungkan saja itu di Jagad dusta!
Biar gelepar lirih temukan pantas
Harga layak obati koyaknya hati

Ini aku, tengoklah nanarku
Bukan sunyi Pembunuh Pagi
Bukan jua sepi Pembantai Petang!
Tidak!
Sekali lagi bukan!
Norak gaduhmulah pemusnah itu!
Datang tawarkan mabuk merdeka
Icipi sendiri selera kalap ruangmu

Duhai Rera Wulan Tana Ekan
Wahai Laskar Rema Perogene
Imbangi sesat luka pikir
Pisahkan buih dari sungguhnya niat
Bebaskan keji diri tak lekang usai
Semaikan!
Tumbuhkan!
Bungakan!
Buahkan!
Luka semesta saatnya menyembuh

Lewohayong, Lamaholot, 03 August 2016 01:00 Wita

MANDIRI BERSABDA
Kepada Diam

Mandiri murung
Halimun peluk erat
Larantuka bisu

Terik menghilang
Langit menghamba pekat
Titik air jatuh

Bumi tertiban
Air serak terpercik
Aroma tanah seksi

Laut mengaso
Angin mogok melantun
Alam bersabda

Larantuka; 03 August 2016; 16:15 Wita

Keterangan: Mandiri adalah nama gunung di Larantuka


Francis Lamanepa, Penikmat sastra, menetap di Larantuka

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY