Sajak-Sajak Julia Daniel Kotan dan Arie Putra

0
120

*) Arie Putra

SEMBUNYI PETANG

Aku rindu malam-malam lugu di pantai Pede
Saat kau meminta menyembunyikan sejumlah petang
“aku akan menjaganya demi rindu yang menolak pilu”

KABAR TAK BAIK

Senja pertama tiba
Di seberang kau asik memilin kisah lain,asing bagi hatiku.
Beberapa kabarmu datang bagai perangko yang urung:
tak membawa kabar baik

Mimpi tak lagi putih merangkai rindu
Terus saja malam mengirim mala yang tak usai
Syair itu mengalir mendesir mengaliri hati kita penuh
Kini kurasakan satu butir pasir saja
Mengiris habis mengejar bayangmu menjauh dariku

*) Julia Daniel Kotan

KAU TAK KENALI RASA

Menatang  airmata saat hati patah
Menggalurkan kebingungan
Rasa yang menjalar di pandangan mata
Tak bisa lagi kau kenali ada rasa lain
Rasa yang dulu indah pun mengendap mengalah pergi
Terpisah benteng darah melumuri hati retak

Pada tiang akanan kau sampaikan salam
“Aku datang sendiri “
“Kau sudah kutitipkan pada sepi “ batinmu
“Aku tak bisa menjagamu lagi ,
saat rindu kita berpaut di Pantai Pede “

IKUT MERASAKAN SAKITMU

Ku tahu sajak ini tak mampu menghampiri
Lelahmu menunggunya bukan musim tak bermukim
Putih saat itulah ingin kau bawa lebih jauh
Mengepung rindu memburu
Nyatanya yang tersisa hati membiru
Mengaitkan kata membelai satu
Sapuan angin mengusap air mata yang tergugu
Terasa lebih nikmat saat kau ingat kekasihmu
selalu tersenyum dalam pelukmu.

LARUT

Aku merasa malam ini ikut hatimu
Aku merasa ikut menanggung rasamu
Walaupun kutahu
Kau tak mampu merasai apapun selain rasa itu


Julia Daniel Kotan dan Arie Putra adalah dua penyair, metetap di Jakarta

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY