PENULIS MANTRA, Memanggil Semua Rasa Ingin Tahu, dan Sisakan Misteri

0
140

*) Hilda Winar

Sebulan terakhir ini, saya (HW Project) diserbu ratusan peristiwa puisi dahsyat yang dihantarkan oleh penyair-penyairnya ke alamat email saya. oh, saya seperti redaktur budaya sebuah media, membaca puisi-puisi itu satu per satu dengan teliti. dengan amat teliti.

Tiba-tiba ada rasa dingin di tengkuk… menjalar ke pundak…turun ke ujung kaki… bertiup di kepala saya yang tak berambut…lalu menetap di hati saya berubah hangat menjadi nyaman dan membanggakan.

Saya terharu, meneteskan air mata menyadari betapa teman-teman penyair saya telah begitu tulus membuka seluruh hidupnya pada saya untuk dilihat dan dibaca. Saya telah dipercaya…lalu saya menyentuh mereka dengan sepenuh cinta dan bertekad untuk menghadirkan semua ini pada masyarakat sastra sebagai hadiah terindah dari kami.

Ketuklah PINTU dari Fini Marjan agar kau (sahabat-sahabat pecinta sastraku) mengenal SEPARUH AKU dari Na Dhien, lalu rasakanlah GEMURUH RASA dari Fanny Jonathans.

Siang ini, ketika menuliskan semua ini, saya ditemani Fileski dengan iringan musikalisasi puisi ANGIN UTARA karya Dewa Putu Sahadewa dari bukunya berjudul Penulis Mantra.

Baiklah, mari kita bicara tentang PENULIS MANTRA, sebuah antologi tunggal bilingual Indonesia-Inggris karya Dedari Rsia alias Dewa Putu Sahadewa. Ketika naskah ini pertama saya baca di email saya amat terkejut dengan pilihan judulnya: PENULIS MANTRA/ THE MANTRA WRITER. Ini pasti naskah yang telah saya cari seumur hidup untuk diterbitkan. lalu saya beralih pada nama penulisnya: Dewa Putu Sahadewa, yang selama ini hanya saya kenal sebagai Dedari Rsia, saya nyaris tak mampu bergerak. ini sungguh paduan judul buku dan nama penulis yang jika mengutip kaum alay akan dikomen menggunakan huruf kapital NENDANG BINGITS.

Sahabat sastra, menulis judul buku puisi bukan suatu hal mudah. Mahasiswa ilmu komunikasi pasti mengerti bahwa itu harus mampu memanggil semua rasa ingin tahu pembaca, menyenangkan dan menyisakan sedikit misteri agar pembaca bergerak terus untuk membaca.

Judul buku ini bahkan membangkitkan seluruh energi kreatif saya untuk mewujudkannya menjadi sebuah buku spesial sehingga layak menjadi contoh sebagai sebuah buku puisi terbaik di Indonesia.

Saya harus memanggil semua tim saya untuk mewujudkan ini: 1. Narudin Pituin dengan keahlian tak diragukan dan pisau-pisau tajamnya, 2. David Darmawan Siswandi, sang ilustrator yang selalu siap bekerjasama mewujudkan buku-buku indah dengan saya. Daya tangkapnya sungguh luar biasa sehingga mampu melahirkan ilustrasi bergaya, elegan dan mengejutkan untuk seluruh puisi dalam PENULIS MANTRA.

Dewa Putu Sahadewa sepertinya harus bertanggung jawab pada film-film yang harus kami tonton agar mendapat ilustrasi keren untuk bukunya.

Aduh, maaf, saya harus melanjutkan makan siang saya yang tertunda dari satu jam lalu. Sahabat sastra, selamat merayakan buku PENULIS MANTRA dan simak yang satu ini dulu ya:

ANGIN UTARA

AnginĀ  utara
Mengirim agustus ke dalam
sunyi hidupku
Melewati juli yang asing

Engkau belahan jiwa
tapi
tak tersentuh jari
Engkau tetes tuakku
Yang tak dapat kusadap
sendiri
Sedekat apa tarianmu
Ketika angin menyapunya
Berhentilah…

Tolehlah aku
Dengan sudut mata saja
Tuak rinduku

Kau manis
Merayu dunia dengan tawa
Meramu sajak hidup yang riuh
Menanarkan pandanganku
Mendekap erat jejak lahirmu
Dan tertidur
Dan tersenyum dalam mimpi

Angin utara
Membentangkan hari hari
di depanku
Juli terlampaui
Dan tak satu pun
Peduli

Aku
MerindukanMu

Catatan akhir, tulisan ini sejatinya adalah catatan dari penerbit yang saya buat, dan bagi para sahabat sastra yang hendak memesan buku ini, bisa dilakukan via inbox akun fesbuk: Hilda Winar


Hilda Winar, penyair dan aktris, sekaligus pemimpin penerbit bw project

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY