Mahasiswa Universitas Nusa Cendana di Pentas Seni Mahasiswa Nasional XIII Kendari, Sulawesi Tenggara 2016

1
449
Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Undana, Prof. Dr. Simon Sabon Ola, M. Hum pose bersama para pendamping dan mahasiswa peserta PEKSIMINAS XIII 2016 di Kendari. Foto: Derril E. Sitta

KENDARI-Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XIII 2016 yang tengah berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara melibatkan peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Para peserta adalah keterwakilan dari setiap kontingen Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) setelah melewati tahapan seleksi Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA).

Kegiatan ini dilaksanakan di Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara dan dibuka oleh Direktur Kemahasiswaan Kemristekdikti, Prof. Dr. H. Didin Wahidin, M.Pd. “Kegiatan ini bukan saja berlomba untuk sekedar mendapatkan gelar juara, tapi juga untuk menumbuhkan rasa kebanggaan, rasa kebangsaan mahasiswa terhadap kekayaan budaya daerah masing-masing. Kegiatan ini bukan saja menanamkan semangat mahasiswa berkompetisi tapi juga menanamkan sesuatu yang tidak akan didapat di ruang kuliah, yakni saling menghargai, saling mengapresiasi.” Ungkapnya.

PEKSIMINAS XIII yang berlangsung sejak 11 Oktober hingga 17 Oktober 2016 dengan tema “Melalui Peksiminas XIII tahun 2016 Kita Tingkatkan Kecintaan Seni Budaya Daerah” dimeriahkan oleh 1.387 perserta terdiri dari 844 mahasiswa dan 583 pendamping. Kontingen BPSMI Nusa Tenggara Timur yang diwakili oleh Universitas Nusa Cendana mengirimkan peserta sebanyak 30 orang terdiri dari 21 mahasiswa dan 9 pendamping.Peserta kontingen NTT mengikuti 12 tangkai lomba dari 15 cabang seni yang diperlombakan.

Pimpinan Universitas Nusa Cendana melalui Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Simon Sabon Ola, M. Hum mendukung dan mengapresiasi keikutsertaan para “seniman-seniwati” kampus. Dukungan yang diberi tidak terbatas pada “mengirimkan” peserta, tetapi lebih dari itu beliau ada dan hadir bersama para peserta di Kendari, Sulawesi Tenggara. Pada suatu kesempatan diskusi di penginapan peserta, beliau menandaskan pentingnya kegiatan kemahasiswaan baik dalam lingkup wilayah maupun nasional.PEKSIMINAS menjadi momen untuk berkompetisi dengan penuh kreativitas, sportifitas, dan tentunya untuk menyabet juara. Sebab kompetisi mengandaikan adanya juara dan prestasi.

Di satu sisi, Abdy Keraf selaku ketua kontingen mengatakan bahwa “Keikutsertaan mahasiswa pada event-event seperti ini adalah kesempatan untuk memperkenalkan kepada panggung seni Indonesia bahwa NTT juga memiliki banyak seniman muda, terutama seniman-seniwati kampus.” Ia juga menandaskan proses kreatif para seniman hendaknya mendapat perhatian penuh dari pihak berwenang, dalam hal ini pemerintah setempat.

Selain Abdy Keraf ada juga beberapa dosen pendamping yang adalah para seniman, diantaranya: Yoppie Liliwery, Abner Raya Midara, Margaretha Nona Djokaho dan Dwi Wahyuni. Dukungan dan apresiasi pun datang dari seorang pegiat seni, Ragil Sukriwul yang senantiasa mendampingi para peserta sejak persiapan hingga pelaksanaan perlombaan di Kendari. Demikian pun dengan pihak rektorat Undana yang diwakili oleh Melkior R. Matulessy, Yulinda Dalle, Fransiskus W. Dambu dan Eben H. Kupa.

Adapun para peserta dengan masing-masing tangkai lomba, antara lain:
publication42

Ekspresi seniman NTT di panggung PEKSIMINAS XIII ini setidaknya menjadi daya tarik bagi para penikmat dan pegiat seni untuk membaca setiap peluang yang ada. NTT yang kaya akan seni dan budayanya harus mendapat tempat yang “nyaman” untuk dipentaskan kapan dan di mana saja.


Herman Efriyanto Tanouf. Penikmat dan pegiat sastra. Salah satu peserta PEKSIMINAS XIII di Kendari – Sulawesi Tenggara 2016.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here