SISI LAIN DARI DINGIN, Puisi-Puisi Yandri Kapestrano Saima

0
143
Foto istimewa

*) Yandri Kapestrano Saima

KALAUPUN IA DATANG KEMBALI

Kalaupun ia datang kembali
dan kita masih terlelap
seperti batu kali
ia mengajak rumah ini menari
sepanjang gelap

Lalu rumah menanggalkan jubahnya
dan telanjang serupa tanah

Maka kota ini
pantas dikenang
sebagai hilang
yang tersusun ulang
dari puing reruntuhan.    

Calandrelli, 20 November 2016

MEMIKIR ULANG JODOH

Ada orang-orang
entah di mana
menghabiskan hari-hari
hidupnya
memikirkan seseorang lain
yang tak pernah memikirkan
dirinya

Mereka pikir seseorang lain itu
kelak adalah jodohnya
dan ketika seseorang lain itu
raib tanpa jalan pulang
mereka menemukan seseorang
lain lagi

Di situ, sebenarnya
mereka hanya menemukan seorang
yang telah hilang
bersembunyi di seorang
yang lain lagi itu.

Calandrelli, 02 November 2016.

SISI LAIN DARI DINGIN

Dingin sedikit lebih cepat memejamkan matahari
langit agak mendung dari biasanya
jendela murung

O, ke mana pergi camar-camar
yang pernah kita dengar?

Hari-hari berlari
serasa tak mungkin kemari
hari-hari yang pergi
apa masih ke sini esok pagi?

Calandrelli, 26 Oktober 2016.  

SONETA BUAT LF

1)
Kau,
kadang-kadang seperti langit kota ini
susah diterka
pagi-pagi kau cerah
tengah hari kau gundah

Barangkali terang dan remang
meminangmu
jauh sebelum aku mengenal kata
cerah dan mendung

Kadang-kadang aku firasat
langit kota ini
terlanjur sembunyi di dadamu

2)
Seringkali,
untuk sampai padamu
aku harus berlari
sebab waktu serasa bersayap
ia terbang hingga lupa hinggap
aku di sini saja
mengucapkan selamat tinggal
kepada diri sendiri

3)
Kelak,
ketika jalan pulang
melambaikan keberangkatan
kenangan akan memasukiku
sebagai musim dingin
Aku, rasa-rasanya
perlu berlapis-lapis selimut
sebab dingin dan angin
terlanjur mengenakan
wajahmu

4)
Kadang-kadang kemarin
adalah hari ini
begitupun,
hari ini
adalah kemarin
Sejauh manapun kau berlayar
kemiripan-kemiripan tertentu
tetap membuatmu kembali
ke kota ini

5)
Semesta memiliki pertimbangannya sendiri
Ini juga sebagai pengingat
agar siapa saja
tetap berterima kasih
pada kenangan.

Calandrelli, 30 Oktober 2016.  


Yandri Kapestrano Saima. Peminat Sastra sejati dan pecinta petualangan ke pucuk-pucuk gunung. Lahir di Ende, Flores-NTT (Kampung Nggela).  Masih mengejar mimpinya yang terakhir: berkunjung ke puncak mercusuar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY