Lantaran Aku Mengenangmu, Puisi-Puisi Eny Sukreni

0
153

*) Eny Sukreni

Dari Kursi Panjang Ini

dari kursi panjang ini aku menatapmu
sebab tak ada pelanggan lain sepagi ini
kau sisiki perut ikan secara tak lazim
lalu kepada anak gadismu kau kenakan celemek
menebar aroma bawang bombay dan margarine
menggelitik hidung hingga bersin

sepasang mataku mencercap, dari kursi panjang ini
kerak telur berlumur saus rawit
pedas dan pahit
serupa bualan pelaut kepada penjual ikan
kala purnama penuh bulan

Jam yang Menggantung di Pintu

sebuah pesan dari Timur
tentang jam yang menggantung
terlalu lama di pintu
aku mengambilnya, kini
dan menepatkan jarumnya

tak ada yang dinanti
dari waktu yang sudah pergi
cuma kita mesti sesekali kembali
untuk melukis denah hari depan nanti
gencar seperti geladak diburu ombak
namun tak mesti tersentak
sebab kita tak membuat batas pada jarak

Seutas Darah dari Ibu

seutas darah dari Ibu
kutemukan di tanah itu
tanah yang berbau silam
dan kampungkampung yang tenggelam

wanitawanita burung hutan
berlompatan seperti bekantan, pada tanah yang basah
ketika matahari belum sampai

wangi nira dan kemitir,
mengalir bergilir
siapakah yang melinting embun
jadi kabut hijau
dan koyak dilintasi bocahbocah
yang senantiasa menawar dongeng
pada tanah yang diwakafkan

Lantaran Aku Mengenangmu

lantaran aku mengenangmu
lampulampu jadi bisu
gelas kaca dan empedu
beradu dalam mata dadu

celingus kucing membawa isyarat
kegelian waktu, menoreh kisah batu
tercentang dalam peradaban yang dingin kaku

tahuntahun yang berguguran
tahuntahun yang terbingkai krisan
tak jua bergegas dari lingkaran
tanah yang merah padam
sehabis membakar awan

lantaran aku mengenangmu
doadoa tak berkepala
mengkristalkan sisa asap pembakaran
lalu moksa dari ketakabadian

Mimpi Bunga Rumput

kau yang tidur di bawah langit memar
menelan nanah rindu pada selongsong
jamur pohon
hidup di tengah kelembaban jaman
menyembunyikan diri dari kawanan matahari

kau yang kerap bermimpi pagi
mematutmatut diri di muka cermin
kedukaan
kenangan seorang gadis membayang
:anyaman bunga rumput yang lingkar
di rambutnya
laronlaron beterbangan dalam mimpinya

mimpimimpi bagai instagram
demikian kontras dalam ingatan
walau pesan hujan tak seluruhnya terekam
tapi kau memang suka berlamalama
dalam mimpi

hujan kian membumi di matamu
sejenak berdentum dan menyala,
bayangbayang digelapkan,
lalu terpejam


Displaying Foto Eny Sukreni.jpgEny Sukreni lahir di Pemenang, Lombok Utara, 24 Agustus 1987. Menyelesaikan pendidikan tinggi pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, STKIP Hamzanwadi. Puisi-puisinya antara lain terbit di surat kabar Media Indonesia, Indo Pos, Riau Pos, Banjarmasin Post, dan Suara NTB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here