AKU DIBAKAR, Puisi-Puisi T. Ndr

0
80
Sumber: https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ0GvM8c2cBoJ2VcJvZy24YpxcI8Sl8C81qboX5ss6YBcdJWZsa5w

*) T.Ndr

Penantian

Burung di rambutmu bersarang
sekarang berjingkrak ke ranting kering paling ujung
mengundang kawanannya berkejaran di jembatan
tempat gaun indahmu merebah
kau telanjang membunuh bayanganmu
di dasar danau
melihat kusut kulitmu
bersuara lenguh tentang lelah dan lamanya penantian
lebih baik kau pulang
tidak ada pergantian musim sekarang
burung, ranting dan waktu
telah membatu
kau ternyata mati dalam paruh menunggu
kau harus kembali ke tanah

Aku Dibakar

Di antara kemesraan dan menunggu
aku dihunus sekeping rindu
terkapar di tebing curam
memanjat rambut ikalmu
sepasang angin menyambar dadaku

Aku sembunyi di balik punggungmu
sambil bernyanyi lirih
di lembah lembut bahumu
matamu melek
angin sekejap berjingkrak jauh dari tubuhmu
aku tak kuasa lagi menahan kaku
lidah fajar menjilat ujung bibirmu memerah
pelupuk mata terpejam membaca isarat malam
sedang aku
hangus dibakar parasmu
aku jatuh cinta

Takut jatuh cinta

Aku takut jatuh cinta
aku hanya ingin dirikan rasa
membangun cinta bersama sahabat
jatuh cinta adalah  penyangga nafas gunung
mendirikan cinta adalah pintu kelegaan jiwa
beribu gimbal butir hujan retak karena luka
detak berderak setiap detik atas nama cinta
oh, detak jantungku
jangan biarkan mimpi dan darah mengalir ke lorong itu
aku belum siap membanting diri
karena berulang racun
kalau pun kau terlanjur merobek dada
pun berlindung di lekuk hati
cepatlah meraih senja
jangan biarkan cinta itu jatuh
biarkan ia tegak seperti tiang agung
di tebing waktu
yang lama tak disapa

Maumere, 15 Februari 2017


T. Ndr, mahasiswa STFK Ledalero tingkat II.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here