Puisi-Puisi Tiga Penyair

0
186

SEPI

*) Oriol Dampuk

Sebab sepi menyimpan lahan-lahan kering dari tubuh yang menimbun harap.
Barangkali aku masih mengizinkan duri sunyi menancap lekat seluruh
Seperti rindu yang masih terlelap
Entah jarak mengoyak langkah sesak
Hingga napasmu kalah dari jumlah tepian yang memisahkan kita.

Ketakutan itu pun tiba-tiba
Menyergap lidah-lidah merapal ikrar dari serigala meraung hingga tulang berserakan di pintu gelisah
Bahkan tiada tanya sempat dibicarakan serta luluh pada segerombolan siksaan
Sampai mata mulai melahirkan kenangan teduh di bawah langit yang masih berupa  sama
Jaminanku adalah Kata yang menjadi Cahaya!

Sanpio, 18022017

JEJAK TERTINGGAL

*) Julia Daniel Kotan

Kudekati musim walau salju tak pernah turun di pelataranku
Mengenangmu dalam sembilu hati jengah menyerbuku
Aku masih mencintai sepiku
Karena sepi adalah
Serupa juga hening yang harum

Dari pantai-pantai nun jauh di timur tertinggal jejakmu
Jejakmu yang kau tanam dalam hamparan pasir
Seperti sengaja kau ingin pasir mengaburkan jejak tertinggal
Lalu kucari wajahmu yang dikirimkan cahaya
Terngiang puisipuisi yang dimazmurkan oleh angin
Menancapkan auramu yang masih lekat di sini
Terdengar lirih pamitmu

Kaulah yang sekarang bermandikan dingin salju
Aakulah yang nenyimpan gigilanmu dia ada dalam desah nafasku
Semoga jarak tak sampai menciptakan resahku
Gelisah tak tahu diri ini biarlah dia mengerti
Menyimpan rasa dalam hati meniti masanya sendiri

Jakarta  12022017

SATU TERMINAL

*) Eimen Bhajo

Dalam lingkaran waktu yang ditandai jejak
: tertinggal bukan untuk dillupakan:
Satu langkah untuk sekian kenangan.
Di ujung letih yang terhenti pada gelap yang kita rujuk dalam malam.
Perjalanan kita lanjut melewati sekian terminal dan berharap
kita bertemu di salah satu terminal atau di TERMINAL dua tiga.

Kamerun, 03 MARET 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here