EPHIGENIUM, Puisi-puisi Vinsent Mario Atawolo

0
189

*) Vinsent Mario Atawolo

EPHIGENIUM

Lights will guide your home
and ignite your bones
(Fix you, Coldplay)

(I)
Berdiri di jalanan. Ia saksikan tubuhnya yang tumbuhan berkelindan di udara menembus semesta yang tak kenal nasib tak kenal lelah tak kenal waktu sejak seratus detik, dua ratus tiga puluh lima hari, enam ratus sepuluh bulan dan setahun lalu sebelum kesedihan menggamit jiwa manjanya. Di ujung jalan, Cahaya memeluk kenangan dan beberapa hal lain yang membentuk dirinya.

(II)
Kau dan aku adalah sebuah ziarah yang tak berujung. Di sana, kita akan menemui cinta yang aneh. Kita akan bertemu lagi di sana.

Ia pun terlantun, terlantar dan terjatuh dalam Suara yang membahasakan tanah dan pepohonan. Ia bergegas meninggalkan sejarah dan melihat kenangan dari selatan masih mengemas serbuk-serbuk dirinya yang mulai habis dimangsa usia.

(2017)

AMA, 1

Tak hentinya perang sisa kekejaman para perompak Somalia masih berkecamuk dalam hatimu. Telah kuucapkan segala yang patut kuucapkan, sebelum mata ini mati dan menjadi abu, Ama.

Aku mencarimu dalam pikiran. Menemukan mata yang asing di pertigaan sejarah khusyuk tidurmu yang membahana.

Di kedalamanmu, cinta telah terurai menjadi ribuan bulu Gelatik tua yang hinggap di pagimu.

Aku adalah cinta. Cinta yang paling agung adalah Cinta yang membingungkan.

Sementara langit membuka matanya, keraguanku tak pernah padam bahkan hingga kububuhi tanda titik di akhir umpama ini, Ama!

(2017)

VIVO PER LEI

-Andrea Bocelli

Malam melesapkan beberapa nadanya ke dalam lengkung matamu yang sederhana. Di tengah refrain, suaramu menjelma sungai yang menganyutkanku ke hilir sebuah harapan.

Aleppo tetaplah Aleppo, Bapa. Bukan kasih yang tak terbatas, melainkan dusta yang keras. Sangat keras.

Jeda dalam detak jantungmu menjelma ketukan yang memisahkan bagian lain dari pandanganmu yang hablur dalam gema. Karena dari jurang matamu yang curam, terdapat sungai; tempat para malaikat bernyanyi ria sambil mengecipakkan kaki-kaki manjanya dengan bahagia.

(2017)


Vinsent Mario Atawolo, alumnus SMA Seminari Menengah San Dominggo Hokeng, Larantuka, Flores Timur.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY