Kata-kata Kita, Sajak-Sajak Retha  Janu

0
253

*) Retha Janu

TUBUH GERIMIS

Mengapa gerimis tidak pesimis?
Ceritakanlah :
Ibu bercerita tentang sebutir gerimis
Menepi, menepis waktu di kilometer empat
Ibu bilang tubuh gerimis adalah suci
Luruh perlahan, lambat-lambat pelan sebelum lebat
“Tidakah itu baik?”, tanya ibu padaku

Tubuh gerimis meliuk-liuk
Di hadapan mata ia ganti tirai air mata yang bertengger lama
Tubuh gerimis tak serupa hujan
Ia berbeda

Katakanlah :
Aku tak enggan berkata-kata
Tubuh gerimis tidak pesimis
Tak pernah dipadamkannya api-api asa

Pada kisah selanjutnya, tubuh gerimis menari makin indah
Aku kian penuh tanya
“Ibu… apakah?”

(Ruteng, 04 November 2016)

SERBA-SERBI

Tak akan kuumbar
Suka-suka
Cinta-cinta
Pedih-pedih
yang menggenang
yang melata
yang berdentum, berdegup ‘tak..tak…tak”
Cukup  semua loncat dalam hati

(Ruteng, 06 Maret 2017)

KATA-KATA KITA

“Sejak itu kita berjanji untuk beriman pada kata”, demikian tulis Sapardi
Sekiranya kata adalah sabda,
maka tunjukkanlah yang benar, yang bernas
Sekiranya kata adalah mantra
Tunjukkanlah lagi kekuatannya bila saja ia bertarung melawan keras kepala

Bila kata sudah kau imani
Maka giliranku mengamini
Seharusnya…
Hanya saja, tanya-tanyaku masih penuh
Bukti-buktiku belum kau sodor

(Ruteng, 06 Maret 2017)


Retha Janu. Guru di SMA Katolik Setia Bakti Ruteng, juga merupakan anggota Komunitas Sastra Hujan Ruteng.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY