WAEREBO, Puisi-puisi Orvin Grendi Putri K

0
180

*) Orvin Grendi Putri K

Waerebo, Tuan Rumah Mimpi Kemarin

Kemarin mendengar tentangmu adalah baru
Asing tiada kira
Hari ini aku merayu juang agar dapat jadi tamu jauhmu
Riang sungguh kentara

Tujuh rumah istimewa yang jadi istana satu malamku adalah kerucut
Lima tingkat
Ditopang tiang-tiang tangguh hasil rimbamu
Diselubung alang-alang serta ijuk yang tentu bukan hanya satu;
Sebab sendiri hanya akan kerap rapuh
Dan bersama berarti kokoh

Pesonamu menggoda seisi langit
Di berandamu ku perhatikan kabut mendekat genit
Gemuruh angin riuh iri terbatuk-batuk
Kabut tersesat tak mampu pergi begitu juga aku; kau nian cantik!

Waerebo, 1 April 2017

Waerebo Gelimang Syukur

Terlalu sibuk menyerapahi sambungan yang tersendat
Sedang kita lupa mereka riang selalu dengan cahaya lampu seadanya
Anak-anak kita merengek dua jam tanpa henti untuk makanan yang tersaji cepat
Sedang anak-anak mereka mengantri penuh syukur dengan senyum terbaik untuk satu cokelat yang akan dibagi lima

Waerebo, 1 April 2017

Dua Gelas Kopi Waerebo

Hening subuh buyar oleh suara alu dan lesung
Di kolong Mbaru Niang
Biji kopi telah halus
Aromanya menggoda terus

Kopi pagi kami akan tersaji
Kopi pertamaku di tahun ini
Ingatku, kopi terakhir tahun kemarin adalah denganmu
Di kota hujan, awal bulan Juni yang lalu

Kini, dua cangkir kopi ku habiskan seorang
Di depan rumah kerucut

Kopimu sepahit kenangan?
Tentu tidak!
Seumpama kenangan yang tak selalu kelam, ia telah kububuhi gula sebagai pemanisnya
Tidak sepekat kelihatannya tuan yang baik

Waerebo, 1 April 2017


Orvin Grendi Putri K, sementara ini menetap di Labuan Bajo, seorang pegawai swasta. Mencintai jalan-jalan tanpa rencana terlalu lama dan penikmat senja, wedang jahe, juga teh tanpa gula sebab manisnya sudah ada pada senyummu.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY