PITAWAT UNTUKMU, Sajak-Sajak Yasir Arafat Stalin

0
60

*) Yasir Arafat Stalin

PITAWAT UNTUKMU
: Shafly Ahmi Aziz

Setiap pengembaraan dalam denyut kehidupan ini adalah sebuah proses menempa diri. Tak mesti tawa yang kau reguk, tapi juga tangis yang sesekali kau peluk. Kau bukan manusia-manusia pilihan yang kerap menjadikan budi dan kalbu sebagai tameng ketika ujian menghunjam bertubi-tubi. Namun, genggamlah tangan-Nya, rengkuh Dia dalam keseharianmu, karena Dia yang mampu mengerti segala keluh juga kesahmu.

Menjadi bijak-bestari itu selalu mendapat cemoohan. Suara-suara sumbang melesap dari congor manusia-manusia paling suci. Mereka tak akan sempat memberikanmu pengakuan, jika di waktu lampaumu– kau selalu berkubang nista. Mereka seolah-olah Tuhan, yang semena-mena menyematkan identitas hina padamu. Teruslah berbuat, meski semakin terjal jalan menuju keheningan.

Kelak, kau akan hidup pada zaman kelam. Di mana saling bunuh adalah perbuatan lumrah. Tak ada lagi         kebaikan-kebaikan yang ditebarkan di sepanjang bentangan hari. Kebencian adalah kawan sejati, kemarahan adalah santapan gurih yang  acapkali kau nikmati.

Pitawat ini bukanlah kalimat-kalimat pemanis untuk menyelubungi seribu kebobrokanku. Tak mengapa. Jika stigma negatif terus melekat padaku. Toh, kita adalah manusia yang pandai mencitrakan diri bak malaikat di dunia yang semakin karut-marut ini.

Pulau Pura, 2017

TENTANG PITAWAT

Jangan ragu, jalan itu belum kau jajaki
Bagaimana bisa kau rengkuh tawa
Jika takut yang kau Tuhan-kan?

Lucuti saja!
Kau tak butuh tameng pura-pura
Kau hanya butuh sebaris doa
Dan segepok pengharapan

Sampirkan keyakinan di pundakmu
Ketatkan keberanian
Bukankah bahagia lahir
Dari kerja cerdas dan kerja tuntas?
Ah, kau mungkin telah lupa tentang pitawat itu.

Pulau Pura, 2017

TENTANG AGITASI

Gempitakan langkahmu menebas beringasnya hari
Jenuh bukanlah dalih untuk berleha-leha
Kehidupan ini keras, penuh batuan cadas
Waktu tak menunggumu untuk menggagas

Renggutlah!
Kayuh sejauh mungkin biduk itu
Tak perlu sangsi
Tak perlu menegasi
Kembangkan layar menuju pantai harapan
Sebab hidup bukanlah menua bersama impian

Pulau Pura, 2017


Yasir Arafat Stalin, Sekarang menetap di Kalabahi-Kabupaten Alor. Saat ini mengabdi sebagai tenaga pengajar di SMP Negeri Latang, Kecamatan Pulau Pura, Kabupaten Alor NTT.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY