Tembakau, Puisi-Puisi Hendra Sanzo

0
70

*) Hendra Sanzo

Tembakau 1

Membubung tinggi berjuta asa
Berdiang bersama fraktus kelabu
Pada temaram bias sang rembulan

Seribu kisah
Bertebaran : tabur-menabur dalam dada
Berkelana pada liku paru-paru
Lalu berhembus dalam napas
Berdesis pada kelu bibir beku

Ku ukir indah aksara malamku
Sebelum peraduan mengajak bermimpi

( Kuwu, 6 April 2016 )

Tembakau 2

Di balik kaca jendela
Ku lihat halimun masih jua begadang
Tak ku tanya yang ia nanti
Ia pun tak mampu berkata, pikirku
Di tepi kisahnya
Ku bakar lagi usiaku

Meneguknya dalam rongga waktuku
Di sudut rajutannya
Ku dengar iblis kembali mendayu
“Bergegaslah anak muda,
Waktumu tinggal sehembus lagi !”
Enak saja !
“Terserah !
Bukan waktuku kini
Tak kau lihatkah ?
Sedang ku pahat senyum Ayah Ibu ?”

( Kuwu, 5 April 2016 )

Tembakau 3

Semisal ajal melahap waktuku
Ku ingin kau pun serta
Sebab gairahmu memabukkanku
Hasratmu meletupkan napsuku
Untuk selalu beradu bibir
Biar cemeti memahat bilur
Dan bara hanguskan dahaga
Bersamamu hilang deritaku

( Kuwu, 5 April 2016 )


Hendra Sanzo, penikmat sastra, Tinggal di Wailiti-Maumere, alumnus Seminari Bsb Maumere, juga bersajak di harian Flores pos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here