Enam Puisi Terbaik Lomba Puisi yang Diselenggarakan Komunitas Sastra Hujan Ruteng

0
248

FOTOGRAFI : MEREKAM KEAGUNGAN TUHAN

*) Rosmaria Bintang Leonarda

Kulihat awan seputih kapas
Kupandangi pelangi berwarna-warni
Kunikmati cantiknya danau Ranamese
Pasir pantai Ketebe hangat di kakiku

tak habis kagum
Tak kurang takjub
Aku ingin mengingat semuanya
Menyimpan dalam kenangan
Agar selalu ingat pada Tuhan pencipta
Aku mengambil kamera
Aku suka fotografi

Rosmaria Bintang Leonarda adalah siswi SMPK Imaculata.

AKU

*) Eufrasia Lemensi Mbulung

Matahari kian menyembunyikan diri
Di balik megah pencakar langit
Menutup hari dengan agung

Kutapaki jalan penuh liku
Berdiri di atas pendirianku
Beribu perbedaan menusukku
Menggoyah hasratku yang kokoh
Angin taufan datang silih berganti
Membawa duri yang menusuk sukmaku
Merusak benih-benih melati jiwaku
Ku menjerit dalam hari penuh duka

Kau yang kini berdiri di puncak kejayaan
menghempaskan aku ke lembah penuh derita
Bintang-bintang menatap perih padaku
Embun pun jatuh melintasi waktuku

Aku tak mampu berkata-kata
Jiwaku pasrah akan keadaan
Hatiku telah terkoyak habis
Oleh tetesan air hujan

Matahari pun tak ingin berdiam diri
Dia memancarkan cahaya abadinya
Membantuku bangkit dari keterpurukanku
Memberiku cahaya penyembuhan

Ku bangun kembali yang telah runtuh
Ku bangun  kerajaanku di puncak tertinggi
Dengan sisa tenaga yang kumiliki
Aku melawan kau tanpa henti

Eufrasia Lemensi Mbulung adalah siswi SMPK St. Klaus Kuwu.

BERANI BEDA DAN BERKARYA

*) Patrisilia Sandiva Marenda Rayan

Ingin rasanya ku berlari
Menangis meratapi semuanya
Aku merasa seakan tak berarti
Dibuang di semak-semak berduri
Yang menusuk ke dalam daging dan tulangku

Kurasa dunia terasa gelap
Seakan cahaya enggan bersamaku
Dalam kegelapan itu
Kuterdiam mengatup tanganku
Menutup dan merapikan batinku
Kuberdoa karena aku tahu dia tak akan
Meninggalkanku walaupun aku tak sempurna

Dalam keheningan ku melihat
Seberkas cahaya lilin
Kumantap lilin kecil yang
Menerangi seluruh ruangan itu
Cahaya seakan membuka
Hatiku dan menerangi
Kegelapan yang ada di dalamnya

Seketika itu ku merasa
Bahwa diriku berarti
Mungkin bukan bagi mereka
Yang melihat kekuranganku
Tetapi mereka yang menyayangiku
Dan melihat kelebihanku

Kini segenggam kekuatan muncul
Dihati kecilku dan kuingin
Meraih semua mimpi yang
Tak sempat kuraih
Sekarang ku mengerti menjadi
Yang terbaik tidak selalu yang harus sempurna

 Patrisilia Sandiva Marenda Rayan adalah siswi SMPN 6 Langke Rembong

BAJU PELANGI PERTAMA

*) Angelica Elok Wardhany De Tandur

Di dalam kamarku
Ku kumpulkan kain perca sisa jahitan
Berwarna warni menantikan sentuhan
Tanganku untuk merangkainya

Dalam benak kecilku
Ingin merangkai perca-perca itu
Menjadi sebuah gaun impianku
Untuk di tampilkan di acara sekolah nanti

Hari demi hari
Ku bentuk perca-perca itu
Membentuk pelangi
Meraih jingga kuning hijau biru nilai dan ungu

Bajuku tampak berkilau gemerlap
Semua mata terpana
Memandang baju pelangi pertamaku
Karyaku sungguh beda

Angelica Elok Wardhany De Tandur adalah siswi SMPK Imaculata Ruteng

PUTERI PETUALANG

*) Rosmaria Bintang Leonardo

Aku puteri Indonesia
Mencintai alam negeriku
Lautan dan pegunungan..
Pasir dan embun di danau..

Cintaku pada negeriku
Tertanam hingga ke sanubari
Aku suka pergi ke desa-desa
Aku tak mengeluh berjalan di hutan-hutan

Ingin kukatakan padamu teman-teman puteri Indonesia
Jangan sungkan ke hutan
Jangan khawatir ke pulau
Ini rekayasa negeri kita
Rumah terindah Indonesia…

Rosmaria Bintang Leonarda ada siswi SMPK Imaculata Ruteng.

SEMANGAT MENGEJAR IMPIAN

*) Yuliana Pihung

Alunan waktu yang begitu cepat
Mendekati impian
Perjuanganku dipandang dengan
sudut mata yang salah
Tapi aku berpikir ini hanya awal
Bukan akhir…

Kubangkitkan tekadku
Tekad yang penuh dengan perjuangan
Ku kejar kau impian

Kutanamkan semangat baru
Hingga tak kusadari air mata membasahi pipi
Bukan karena menyerah
Tapi perjuanganku dibayar
Dengan kesuksesan

Yuliana Pihung adalah siswi SMPN 6 Langke Rembong.

Catatan:
Puisi-puisi di atas merupakan 6 puisi terbaik dari hasil lomba menulis puisi yang diselenggarakan Komunitas Sastra Hujan Ruteng. Urutan puisi-puisi di atas berdasarkan urutan terbaik pertama hingga ke enam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY