Puisi-Puisi Margareth Febhy Irene

0
218

“PERCAKAPAN HUJAN

Bibirmu gesit
Matang menceritakan banyak tentang Malioboro
Sebuah daratan yang belum tersentuh oleh telapak merahku

Begini,
Senja itu kalang kabut menghampiri kita
Di bawah lampu taman
Di tengah keramaian
Di antara hujan-hujan jatuh, yang siap menginap di kepala
Kita duduk

Keningmu mongering
Hanya oleh pembaca pagi
Kau lalu menamparku dengan sebuah mimpi

Sial!!!

* Dari sebuah percakapan ilmiah, kita bawah jauh   sampai puitika. Mei 2017

TERLAMPAU BATAS

(Kepada; Puisi yang pernah singgah)

Di depan gereja kita jatuh
Sama-sama
Tangga ke lima kita lupa
Cuma-Cuma
Kau seperti kalimat ketiga
Dalam doaku yang paling tidak masuk akal
Aku ragu,
Lalu di pintu pagar
Kita saling membenci
Sampai apa?

Rumah Ibadah, kita seperti jatuh kelewat batas, padahal kau pernah paling manis, aku ingin memelukmu lama.  Mei 2017


Margareth Febhy Irene, bekerja di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat  (LPPM) STKIP Santu Paulus Ruteng. Jl, Ahmad Yani No. 10 Tenda Ruteng 86508 Flores-NTT-Indonesia. Aktif dalam mengampuh Komunitas Sastra Hujan Ruteng. Menyukai Traveling, tenun dan secangkir jahe. MencintaiTuhan, puisi dan dia. Ebby, demikian biasa disapa dapat dikunjungi melalui Email   : febhyirene@gmail.com    dan atau twitter:  @febhy_irene

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY