KOTA TANPA HURUF H, Puisi-puisi Rin Ismi

0
68

*) Rin Ismi

Kota Tanpa Huruf H

Kita pernah tidur saat bermimpi atau bermimpi saat tidur
ijab kabul-kawin-beranak pinak
membangun kota dari kata kata
kata kata katamu adalah anak kita
tapi tak kutemukan huruf H di sana

Kucari H di jalan, pasar, sekolah, rumah sakit, kolong jembatan
tak ada
masih katamu H kutukan kepalaku intan
mata kita hujan

Kau benar soal jangan bermain api dengan kutukan
kutemukan hidup, hati, harapan, sepasukan H yang tersesat di hutan larangan
menebusnya dengan kenyataan
Aku merawat beribu huruf H, anak anak kita
tanpamu tanpa kota kita

Istana Hening, 12/02/16

Menonton Berita

Punggungmu merentang depa
Di bibir senja berteman sekilas berita; sianida
mati kusesap juga

Cikarang Baru, 29/01/16

Bulan Merah Jambu

Kupungut jeda dari resolusi juga hiruk pikuk Januari
Februari seranum jambu di pekarangan yang dipayungi hujan
petrichor mekar pada secangkir kopi dan di jalan jalan
orang orang dungu merayakan
musim renjana: mereka bilang tapi tenjana dikemas dalam karet
syahwat cokelat berpita; sepaket
mudi muda yang api
Barangkali
Februari hanya alibi

Valentine, 14/02/16

MenontonBerita(2)

Pelangi
mengejawantah wabah
lindap buru bocah lugu
sembunyi di susu juga buku
pegiat seni sampai peci haji
lintang pukang tebar gairah
lupa sejarah
pada apa akhir kisah Sodom Gomorah?

Cikarang Baru, 18/02/16

Syauqi
Aku puisi
sedesau sunyi riuhkan dada
Dadamu yang buku cerita (bukan)
Kita
Kau licentia poetika
abai kupunya gramatika
O!
jantungku diregas
kenduri duri duri
Rindu
seribu kunang
sepanjang kenang
Aku menolak jadi pecundang!

Cermin, 01/03/16


Rin Ismi, nama pena dari Arinhi Nursecha, 29 tahun, ibu rumah tangga sekaligus pegiat literasi. Tinggal di Bekasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here