DI BAWAH KIBARAN DASTER, Puisi-Puisi Ferry Fansuri

0
48
sumber: http://2.bp.blogspot.com

*) Ferry Fansuri

Pemulung Kesedihan

Apakah itu kebahagian?
Kau tak dapat merasakannnya
Semua tak sama dan semu
Tiap zaman memiliki kadar bahagianya sendiri-sendiri
Perihal itu bisa kau temukan itu dipojok kota itu
Berserakan tercecer
Kita adalah pemulung kesedihan
Memunguti sisa-sisa kejayaan
Menampung airmata kesepian
Menyimpan duka lara
Menyemai benih pedih
Sudahlah
Jangan kau ceritakan gelisah itu lagi
Diam dan mati kau disana

Surabaya, Juni 2017

Rapuh

Pada hari panjang yang lelah
Sepasang tangan merengkuh
Merangkul surge
Senja bertabur pelangi
Ia bagai pelacur tua murahan
Menertawakan saat kita telanjang
Terasa kejam tapi kau tetap kembali
Karena hanya dia menerima
Dirimu yang rapuh

Surabaya, Juni 2017

Mereka Ingin Aku Menjadi Rembulan

Gemuruh badai menggelepar
Hantu-hantu bodoh berkelebatan
Melewati malam dengan pedih
Bersenadung pilu
Memekakkan gendang telinga\
Kepak-kepak sayap merpati
Terluka tertusuk nyeri
Manusia-manusia itu berlari
Mengejar mimpi semu
Mereka meminta berubah menjadi matahari
Memohon menjelma bagikan rembulan
Gaduh negara ini membara
Membakar kota asing itu
Tanpa sisa tertiup raib
Jejak tersapu angin mamiri
Tertelan lenyap dalam perut bumi
Ada petir dijantung ini
Ingin  menyalak keluar

Akan kutunjukkan siapa diriku yang sebenarnya

Surabaya, Juni 2017

Dibawah Kibaran Daster

Dalam kibaran daster itu
Kau melambai-melambai
Menggoda genit
Mengerlingkan kedipan nakal
Hipnotis diriku untuk dating
Menarik ke dalam bilik syahwatmu

Masih dalam kibaran dastermu
Memperlihatkan lekuk tubuhmu
Merayu untuk memasukinya
Menyeruak dengan berahi
Kau dekatkan bibirmu ke telinga ini

“Maukah kau kuperlihatkan surga dunia sebenarnya?”

Bersamaan daster itu jatuh lunglai tertiup angin

Surabaya, Juni 2017

Pencuri Hatimu

Aku tak perlu menjadi pencuri
Untuk sekedar mencuri hatim
Aku tak ingin berubah penjambret
Untuk hanya mencongkel jantungmu
Aku tak harus menjadi cassanova
Untuk membual rayuan kepadamu

Aku hanya ingin mencintaimu itu saja\

Surabaya, Juni 2017


Ferry Fansuri kelahiran Surabaya adalah travel writer, fotografer dan entreprenur lulusan Fakultas Sastra jurusan Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Karya tunggalnya “Aku Melahirkan Suamiku” Leutikaprio(2017) dan berbagai antologi cerpendan puisi. Pernah bergabung dalam teater Gapus-Unair dan ikut dalam pendirian majalah kampus Situs dan cerpen pertamanya “Roman Picisan” (2000) termuat. Cerpen “pria dengan rasa jeruk” masuk antologi cerpen senja perahu litera (2017). Mantan redaktur tabloid Ototrend (2001-2013) Jawa Pos Group. Sekarang menulis freelance dan tulisannya tersebar di berbagai media Nasional. Dalam waktu dekat menyiapkan buku antalogi cerpen dan puisi tunggal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here