Sajak-Sajak Once Luliboli

0
305

*) Once Luliboli

ANIRA

(1)
Sebelum kau tak selembut kemarin
Lembaran-lembaran purnama telah berhamburan menjilid kenangan
Tersembunyinya mata
Terpenjaranya kelima indraku dari semua rahasia-rahasia diammu

(2)
Bidadari itu menangis lagi pada dekapan malam
Ketika berjuta kata yang kulemparkan dari dinding-dinding jarak
Pemisah antara aku dengan matamu
Ia mengepakkan sayap-sayap dan mendekatiku dalam diam
Mendekat, nanar di kepalanya deras menjatuhkan cinta

(3)
Sejak senja meninggalkan aroma-aroma sajaknya
Aku telah menguliti hari-hari yang kau dapati tanpa kita
Puisi-puisi tanpa kita-sepenggal kata paling sakral
Aku telah berhenti menjadi air matamu

(4)
Saat kau akan benar-benar mengeras
Penuh lara
Penuh hitam
Aku telah lelah meluruh

Makassar, 05 Oktober 2017

Berjanjilah Ini Bukan Kiamat!

Aku datang dari luka
Membawa sobekan dada yang digerogoti teori-teori air mata luka
Di tubuhku lepas penala penuh luka
Elegi senja bersama purnama-purnama luka
Selagi aku kembali bersembunyi di balik luka,
Akulah luka.

Di hatimu kau memenjarakan cinta
Menyulutkan kekejaman luka pada cinta
Kau menamatkan segala perihal tentang rahasia cinta
Entah kau kuat atau takut dalam cinta,
Kaulah cinta.

Cinta mendetak
Luka mendekat

“Bukankah sudah cukup kita menjadi rasa?” tanyaku.
“Tidak. Kita berbeda.” katamu.
”Luka menumbuhkan kekuatan cinta.” kita sepakat.

Makassar, Oktober 2017


Once Luliboli, lahir di Adonara, Flores Timur pada tahun 1997. Once adalah mahasiswa aktif program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Makassar (UNM). Once bisa ditemui kapan saja di Panggung Daeng Pamatte, Bengkel Sastra UNM atau bisa dihubungi melalui Facebook; Once Luliboli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here