Sajak-Sajak Leli fraftiani

0
396
Sumber ilustrasi: http://islamidia.com/wp-content/uploads/2017/06/22Ya-Allah-Jadikanlah-Dia-Jodohku22-Bolehkah-Berdoa-Seperti-Ini.jpg

*) Leli fraftiani

Catatan malam

Wahai Robb
Aku berlindung kepadamu
Dalam malam yang sunyi

Ketika telah menua
Pada umur umur
Ya Robb dengan Rahmat dan pertolongan Mu

Kehendak kehendak Mu
Tempat kembali
Setiap makhluk Nya

Dalam segala ingin ku
Yang ku segani dengan menjadi
Segala segalanya
Menjadi sangat singkat
Dalam dunia malam
Dalam sekejap malam
Aku menemuinya dengan renta
Aku ingin sedikit bicara

Kepada Mu
Kepada sang segala rasa

Semampuku

Segala nikmat Mu
Mengakui dosaku
Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau

Dalam segala gelap
Menjadikannya segala indah dan mudah

Menurut kenangannya
Segala menjadi nyata

Dalam rumah yang runtuh
Kerumitan dalam kenanganMu
Tuhan memberi arahan berkat
Memahat lisan demi kenangan
Memberdayakan

Permata hati

Permata hati ku
Dalam duka yang tiara
Sesuka pilu
Membuncah ruang dan kenangan

Mengundang memanggil
Meresapi duka hati
Hanya dalam hati

Tuhan tau di mana kasih
Menyebut nama dalam damai

Seindah dedaun jatuh
Merintih sunyi
Gaun biru menangis sendu
Itulah ketulusanmu
Teman ku

Aku masih dulu

Menunggu mu
Engkau adalah sahabat
Dalam kesetiaannya
Demi keutuhan kau dan aku

Biarkanlah semua menyatu
Membakar amarah dengan damai
Dalam sekejap saja melihati
Bunyi bunyian rintih
Engkau dan aku

Istiqomah

Aroma dedaun senja
Mengantar keranda di pemukimannya
Dalam kulit sutra dan wewangian

Dalam sebuah malam
Sebuah lilin menjadikan ia purnama
Melewati senja dan bias
Kian menenangkannya

Aku selalu disanjung ya
Dalam dekapan yang tulus

Melihatinya sebuah cerita lama
Sahabat sahabat ku
Selalu menunggu menjumpaimu dan aku
Kenangan itu

Hari

Padam cahaya
Inikah sebuah lilin indah
Yang menjadikannya purnama
Dalam sebuah malam yang ku punya

Yang ku jaga satu satu
Seorang dariku

Kau mengganggap ya adalah Tuan
Berkawan dalam lisan

Menjatuhi diri

Memang sudah resah
Ia akan kembali punah
Dalam sekejap berserakan
Kenang kenangan malam
Membuat mimpi semakin damai
Bertahta sama duka
Engkau adalah mutiara

Kumandang

Selesai sholat
Duka duka hilang dalam sekejap
Berkejaran berlarian

Memukuli sekat sekat malam
Menangisi yang runtuh
Dalam abdi keabadian
Dalam duka yang temaram
Ibu dibahuku
Dibelikan mainan baru

Yang membuatnya menjadi malu
Sebuah ketulusan itu

Seandainya

Bukan seandainya malam
Seindah mentari pagi senyuman 
Dalam dekapan
Seindah malam malam
Yang membuatnya semakin indah
Sejak sajak sajaknya

Aku merindukan sekotak saku
Membuka dan semakin besar
Meledak berantakan

Kotak salju itu
Bernama rindu kepadamu

Sayap

Hilang sayap mengganti
Ratusan tahun lalu
Kau duka itu

Aku yang masih sendiri
Dalam nyanyian yang sunyi
Seindah melalui
Luka luka sayatan
Engkau menggores luka di badan
Sayap hampir patah kau hempasan

Menua semakin indah kau tuangkan
Sayap harapan


Leli fraftiani menyukai puisi. Telah menerbitkan antologi puisi Alif Fathah 2016 lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here