Allohuakbar

Dalam gelap, kini aku nyata pada lentera padam-Mu
Pada hening yang menguntai rindu
Akan deru ombak yang diciptakan resah
Akan hujan angin yang diciptakan asa

Berderai pada rintik malam
Tersenyum pada terik siang
Menari di remang kasih
Bernyanyi di keping sayang
Hingga terbuai dipekiknya rasa
Bergelora pada indah kabut
Mengecup sunyi di pelita rindu

Allohuakbar…Allohuakbar…
Aku menyebut nama-Mu
Di setiap sujudku
Ketika darah mengalir merah
Serupa api suci di pedupa
Dan atas izin-Mu
Bersama doa membawaku
Pada tali langit yang menyapa selalu

Jakarta, 5 Juni 2018

Pada Suatu Hari

//Pagi berseri
embun berdenyut
Membingkaimu
Dalam dekapan matahari
Menanti hangatnya makna
Yang dasyat terpahat pada nadi

//Siang ini hanya sepenggal kerinduan
Yang tengah kupandang
Habis dalam sekejap waktu
Dan kau mulai kehabisan kata
Yang menyerah pada waktu
Mulai kehilangan laga
Yang menggilas hasratmu

//Senja yang sendu
Bergulung ombak di bibir pantai
Adakah rasa yang sama
Antara riak dan buihnya?
Sedang nyanyian camar terus terdengar
Aku yang sedang kasmaran di ujung penantian

//Malam menatapmu dengan redup
Pada hati yang merintih
Pesan sunyi lewat nyanyian jangkrik
Melumatnya dengan jerit

Jakarta, 18/5/2018

Kepada  Ado

Bertahun sudah kulafalkan sajakmu
Bait demi bait
Menggapal buku-buku
Jariku
melamur cahaya
Retina mataku
Terkoyak reruntuhan cahaya
Demi kata, sihir atas nama cinta
Dan kasih sayang
Kenapa hadirmu
Tak pernah bisa kuhampiri
Bahkan jejakmu
Aku,
tak pernah sampai

Jakarta, 18/5/2018


Ade Novi lahir di Jakarta 10 November. Ia seorang sastrawan juga penyair yang aktifitasnya sebagai seorang guru dan mahasiswa universitas Indra Prasta PGRI S2 Jakarta ini, biasa dipanggil Novi, aktif juga di berbagai komunitas sastra dan komunitas perempuan perduli kota Depok. (KP2D) anggota Dapur Sastra Jakarta, pengurus Rumah Seni Asnur Serta organisasi lainnya, Menulis cerpen sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, meski segudang kesibukannya ia tetap terus menulis dan menulis,  beberapa karyanya berupa puisi dan cerpen sudah banyak terbit di media juga antologi bersama. Ada juga antologi tunggalnya berupa puisi dan cerpen serta artikel ilmiah. Kini ia tinggal di Jakarta. Karya Ade Novi yang telah diterbitkan adalah antologi puisi bersama tahun 2014, bersama Rumah Seni Asnur dan penyair asia tenggara dalam puisi ibu, puisi bebas melata bersama Rohani Dien, pantun bersama 105 penyair dari 5 negara 2015, puisi palagan bersama Dapur Sastra Jakarta, bersama penyair nusantara 2016, pasie karam dan budaya aceh bersama kantor kebudayaan Aceh, pemenang 100 puisi Qurani bersama Farmusi, puisi Makta bersama Sosiawan Leak, Yogya dalam napasku bersama UGM, HPI bersama penyair nusantara, puisi Tamasek bersama penyair Singapura, puisi kasih ibu bersama kp2d, puisi teras puisi  bersama komunitas teras puisi, artikel ilmiah bersama mahasiswa Unindra, dan antologi puisi serta cerpen tunggalnya di tahun yang sama, 2017 puisi tunggal ke 2 Pelaminan serta antologi puisi bersama Gaksa Malaysia, PMK 6, menderas sampai sungai siak( riau), sketsa wajah ibu AWWA, ruang tak lagi ruang Tegal, the pirt drop of rain Banjarbaru, selendang mayang kumpulan cerpen AWWA, tanah air daun , pesona puisi 7 negara, sekoja Malaysia, 2018 ketika kata melipat makna bersama komunitas Dapur Sastra Jakarta, senja djiwa pak Buhdi bersama para penyair nusantara Medan, syair, syiar dan syaria bersama rumah seni asnur, padang panjang bersama penyair Asia Tenggara, puisi ramadhan bersama rumah seni asnur, puisi guru bersama para guru dan dosen nusantara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here