Tarling

1
Angin mendesir di tanah pesisir. Alunan gitar
dan suling bagai ricik sungai cimanuk
meliuk mencari bentuk. Pada riak dan jeramnya
melantunkan tembang tarling. Mengantar
perahu memeluk samudera. Ikan-ikan
menari di atas ombak.  

2          
Musim hujan mengharum. Buah mangga
bertambah ranum. Gadis-gadis pantai utara
menebar senyum. Tetalu waktu mengiring
padi menguning. Burung kutilang
membuat sarang. Bersiul-siul
bersenandung kiser pesisiran.

3
Di tanah yang beraroma garam. Desah napas
memainkan laras pelog. Kehidupan dimainkan
dalam drama. Menyayat seperti mengupas
kulit mangga. Dalam perjalanan manusia
yang sering terlupa. Yen wis mlatar
gege eling.

Indramayu, 2018

Sintren
~ Membaca Kisah Cinta Sulasih dan Sulandana

Tembikar, gambyung dan kipas ditabuh. Kau
menari tanpa berpeluh. Pada jiwa yang pergi
berlabuh. Asap gaharu menebal memanggil
sesepuh. Repuh sepenuh 

Turun sintren sintrene widadari
nemu kembang yun ayunan
nemu kembang yun ayunan
kembange putri mahendra
widadari temuruna

Sayup pada malam angin bertiup. Roh
Dewi Lanjar masuk merasup. Perawan suci
menghias dalam cangkup. Melepaskan hambatan
pada dada yang mendegup. Cerup derup

Sih sulasih sulandana
menyan putih pegundang dewa
ala dewa saking sukma
widadari temuruna     

Untuk itulah aku ada dalam iringanmu. Balangan
kain selendangmu rubuh tubuhmu. Pertemuanku
denganmu dalam alam sadarmu. Dibawa ke tujuh
titian langit biru. Seru memburu

Sejumput waktu menjelma dalam irama
perpisahan. Bunyi gamelan condong memelihara
kerinduan. Menguap asap putih kemenyan. Kusaksikan cintamu
tiada lapuk dimakan zaman. Seabadian kenangan

Indramayu, 2018

Gadis Dermayu

bibir rekah semerah buah mangga gedong gincu
dibalut senyum tanpa pemanis buatan
aromanya wangi semerbak buah mangga cengkir
menghilangkan susunan kata-kata

pada rambut panjangnya dimahkotai tiga bunga
—kenanga, melati, dan bugenvil—
memberi kedamaian bagi lelaki yang mendamba
kesucian jiwa dan raga

hidung bangirnya seirama perahu layar di kejauhan
membuat senja digarisi lengkung indah pelangi
kulit tubuhnya serupa padi yang menguning
matanya bening bergurat lukisan impian di kening

ia ibarat purnama yang dijatuhkan di pantai utara
merona cahaya hingga ke dasar laut jawa
miliki ia dengan sepenuh cinta
kan kau dapati gadis yang setia

Indramayu, 2018

Gadis Jaringan

serupa ikan dengan sisik-sisik memukau
memusari air di antara bentang jaring
berenang-renang dari lubuk ke hulu ke hilir
berlumut cahaya matahari senja yang jingga
gadis berkebaya dan berselendang panjang
berkain batik torehan gadis dermayon
bersunting bunga melati wangi setaman
membawa buyung berisi air kehidupan pesisir
melukis bunga tanjung di haluan perahu

lelaki berkerodong sarung di atas perahu kayu
tangan-tangannya meremas butir garam
menebarkan jala-jala asmara ke lautan puisi
perburuan melayari ombaknya bergelora
kiser pesisiran mendayu-dayu di tiang layar
dikibar layar oleh angin laut yang mendesir
cinta pun dirajah pada pukat yang menjerat
dalam kembu bambu ikan tersenyum bahagia
ke muara kasih di pasar jodoh jaringan

 

Indramayu, 2018

Pohon Mangga

ia memetikmu seperti meraih  mengkalnya perawan
dicium harum baunya ke mana-mana
manisnya tiada tara

pohon mangga yang ia tanam di rahimmu
menumbuhkan anak-anakmu yang lucu
sehat dan berbakat

jaga buah-buahmu jangan ada yang jatuh
kalong-kalong juga lelaki yang biasa mengunduh
periksa dengan teliti

sampai nanti buah manggamu dinikmati
bijinya ditanam di tanah kembali
tumbuh yang baru

Indramayu, 2018

Fragmen Buah Mangga

jatuhlah buah mangga dari pohonnya
sepisau rindu menggoda menguliti
aroma harum menguar pada manis dagingnya
mirip bau tubuhmu juga senyumanmu
memadukan kesempurnaan pada rasa
sebab setiap lekukmu adalah buah mangga
menggoda mata pada jiwa yang muda
meneteskan liur di sela bibir yang mendesir
buah hasil terbaik dari tanah pesisir
seperti juga gadisnya yang mengkal
di sepanjang jalan memanen padi
berbincang tentang siul burung
bercengkerama di atas ranting
mengabarkan datangnya musim kawin
aroma matahari senja absurd 
malam merengkuhmu dalam pelukku

 

Indramayu, 2018

Cengkir

sudah lama mengkalmu menggoda
menggantung di dahan pohon mangga
bulat merona menggairahkan mata
nyaris seperti buah dada gadis remaja
buah segar terbaik dari tanah pesisir
wangi harumnya tercium sampai jauh
sepanjang jalan menghias padi menguning
batang-batangmu berbayang perempuan
pulang menyusuri bantaran kala senja
bau sungai yang melimpah air dari hulu
ke hilir menumbuhkan aroma kebun
rimbun daunnya meneduhkan kepala
disarangi burung pipit yang bertengger
lebat buahnya menggelayuti dahan
sesekali berjatuhan buah di pekarangan
dipungut bocah-bocah dengan riang
mangga cengkir dikupas sampai tuntas
daging buahnya manis tiada tara

Indramayu, 2018

Petis Ikan 

dalam kuali tanah yang berisi ikan-ikan
airmu menyatu seperti perahu dan laut
memberi rasa pada nasi putih
asapnya memberi aroma
hidup di tanah pesisir

disiramkan seperti guyur hujan
mengalir membasahi tanah
menumbuhkan harapan baru
menyajikan kenikmatan
di kebun lidahmu

dalam warna sekeruh gemericik sungai cimanuk
ikan-ikanmu meloncat ke mangkuk perahu
mengisi ruang kosong kembu bambu
memenuhi perut diserbu nikmat     
disentuh rindu untuk kembali    

Indramayu, 2018  


Faris Al Faisal lahir dan tinggal di Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Forum Masyarakat Sastra Indramayu (Formasi) dan Dewan Kesenian Indramayu (DKI). Menulis fiksi dan non fiksi. Karya fiksinya adalah novella Bunga Narsis Mazaya Publishing House (2017), Antologi Puisi Bunga Kata Karyapedia Publisher (2017), Kumpulan Cerpen Bunga Rampai Senja di Taman Tjimanoek Karyapedia Publisher (2017), Novelet Bingkai Perjalanan LovRinz Publishing (2018), dan Antologi Puisi Dari Lubuk Cimanuk Ke Muara Kerinduan Ke Laut Impian Rumah Pustaka (2018). Sedangkan karya non fiksinya yaitu Mengenal Rancang Bangun Rumah Adat di Indonesia Penerbit Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017).

Puisi, puima, cerma, cernak, cerpen dan resensinya tersiar berbagai media cetak dan online seperti Kompas, Tempo, Media Indonesia, Republika, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Lampung Post, Padang Ekspres, Haluan, Rakyat Sumbar, Radar Cirebon, Radar Surabaya, Radar Sulbar, Radar Banyuwangi, Radar Bromo, Merapi, Minggu Pagi, Banjarmasin Post, Bali Post, Bangka Pos, Magelang Ekspres, Palembang Ekspres, Malang Post, Solopos, Medan Pos, Suara NTB, Joglosemar, Tribun Jabar, Tribun Bali, Bhirawa, Koran Pantura, Kabar Madura, Riau Pos, Tanjungpinang Pos, Fajar Makasar, Serambi Indonesia, Koran Dinamikanews, Media Cakra Bangsa, Majalah Simalaba, Majalah Hadila, Majalah Kartini, Majalah Suara Muhammadiyah, Tabloid Nova, IDN Times, Sportourism.id, Puan.co, MediaJatim.Com, Nyontong.Com, Takanta.id, GaleriBukuJakarta.com, SastraPurnama.Com, Kawaca.com, Simalaba.Net, Sanglah Institute, Qureta.Com, SerikatNews.Com, Lantes.Web.Id, NusantaraNews.co, SuaraPemredKalbar.Com, Litera.co.id, HariPuisi.Info, Jurnal Asia, dan Utusan Borneo Malaysia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here