N(M)AMA ADALAH INGATAN UNTUK PULANG

Di sudut kampung
Ada nama yang lelah mengakar
Menjadi penopang doa-doa yang gugur dari ruas-ruas tubuhmu

Ia bersemadi dalam kesepian yang panjang
Tak pernah bersembunyi pada rindu
Setia merindu perahumu pulang

Tatkala luka-luka menjalar di kepalanya
Melelehkan pula iga-iga yang menua
Tetapi ia adalah nama yang kekal dengan sisa kekuatan menenun asa

Ia berjanji pada darah dan jantungnya
Tidak akan remuk dan henti di batas mimpi
Di atas perkara rindu yang merajalela

Di depan tiga mata tungku
Ia menunggu dengan anggunnya
Bersumpah tanah pijakannya tidak akan runtuh sebelum tiba

Tidak akan ada yang menjadi abu
Meski laut di mata perahumu adalah bara
Sekalipun lara telah menguasai cinta

Jika nama adalah ingatan
Perahu untuk kembali padanya kini telah menepi
Meski kosong dan sepi sengaja berhenti di kepalamu

Jika nama adalah ingatan untuk pulang
Kekuatan untuk mendulang rembulan
Maka ingatan tidak berhak sedikit pun melupa

Perihal menanak rindu
Menenun kehangatan
Sungguh tak ada lagi kesetiaan lain yang ia sematkan untukmu

Hingga tiba pada pertemuan antara badai dan perahumu
Di sudut kampung pada tanah yang ditenun dengan air mata
Bersemayamlah ingatan itu

Segalanya berhenti
Segalanya remuk
Segalanya runtuh

Sampai pada kesetiaan yang paling hakiki
Di bawah rindang kersen
Ia berseru “dekaplah pada tubuh yang tak bernama ini”

Di sudut Panggung Daeng Pamatte, Kabar Kampung, Makassar, 10 Agustus 2018

LAKE WAE

Perempuan sejatinya kejam pada rasa
Laki-laki kodratnya gusar pada luka;

Perempuan menenun
Laki-laki meladang

Perempuan meniti jagung
Laki-laki mengiris tuak

Perempuan menyirih-Merekah bibirnya
Laki-laki meminang-Menghunus parangnya

Perempuan-perempuan melahirkan
Laki-laki menguburnya

Makassar, September 2018

Catatan; Lake Wae dalam bahasa Lamaholot, Lake ( laki-laki; suami ) dan Wae ( perempuan; istri ) yang berarti suami-istri.

 


Once Luliboli, lahir di Adonara, Flores Timur, NTT, pada 25 Oktober 1997. Once Luliboli adalah mahasiswa aktif di Universitas Negeri Makassar (UNM), program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Karya-karya penulis pernah termuat dalam antologi puisi bersama, diantaranya antologi puisi TENTANG CINTA, MENAFSIRKAN ZAMAN MELALUI SASTRA, juga pada media cetak dan online. Once bersama lima orang teman di BENGKEL SASTRA DEMA JBSI FBS UNM ditengah kesibukan akademik dan berlembaga, mereka juga dalam proses menerbitkan buku antologi puisi bersama yang berjudul 16 MATA RINDU. Once bisa ditemui kapan saja di Panggung Daeng Pamatte, BENGKEL SASTRA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here