Bandara Pukul Lima

sudut bandara pukul lima
koper-koper bergegas tergesa
mengayun langkah, entah menuju gate berapa
secangkir kopi dalam remah cuaca
luput menyapa

Air Asia-Soetta

Pada Senggigi

di sini kita pernah bersama
dan aku tak akan lupa
pada senggigi yang biru senantiasa
pada debur ombaknya yang tak jera
seperti kenangan yang tersimpan di dada
sarat doa-doa

Senggigi

Di Dalam Pesawat

doa-doa bertaut, di atas hamparan biru
kita menangkupkan asa pada batas waktu
lambai tangan tinggal setitik kecil di ujung tatapan
tak ada yang tersisa dari sebuah pelukan

di bawah sana, segalanya mengerdil
hingga pucuk-pucuk bugenvil
tak lagi terlihat. hanya langit yang membentang
semacam ucapan selamat datang

Tangerang

Boarding Pass

dalam dingin udara
ia memanggil sederet nama-nama
lewat pengeras suara
lengkap dengan jadwal cuaca
sebab kata tak pernah kehilangan makna
untuk dieja

Soetta, 2018

Di Birunya Toba

menggulung ingatan yang kian rapuh
mengajak peziarah berlabuh
pada bukit-bukit sepanjang danau
dengan iringan gondang* di tepi pulau

langit di atas danau begitu dekat
seperti deretan rumah yang tertimpa kabut pekat
dari balik lumut, ikan-ikan menggeliat
mengucap salam pada kedatangan yang singkat

birunya toba** akan selalu mengekal
seperti rindu yang kerap tak berujung pangkal

Danau Toba, 17 Agustus 2018

*gondang adalah satu jenis musik tradisi Batak Toba.
**Toba adalah sebuah danau alam besar tekto-vulkanik yang menempati kaldera dari sebuah supervulkan, yang memiliki ukuran panjang sekitar 100 kilometer, lebar sekitar 30 kilometer, dan kedalaman hingga 505 meter (1.666 kaki), terletak di Provinsi Sumatera Utara.


Novy Noorhayati Syahfida lahir pada tanggal 12 November di Jakarta. Alumni Fakultas Ekonomi dengan Program Studi Manajemen dari Universitas Pasundan Bandung ini mulai menulis puisi sejak usia 11 tahun. Puisi-puisinya telah dipublikasikan di berbagai media cetak, media online, dan juga di lebih dari 90 buku antologi bersama. Namanya juga tercantum dalam Profil Perempuan Pengarang & Penulis Indonesia (Kosa Kata Kita, 2012). Tiga buku kumpulan puisi tunggalnya yang berjudul Atas Nama Cinta (Shell-Jagat Tempurung, 2012), Kuukir Senja dari Balik Jendela (Oase Qalbu, 2013) dan Labirin (Metabook, 2015) telah terbit. Saat ini bekerja di sebuah perusahaan kontraktor dan menetap di Tangerang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here