Bulan di Kepala

Tuhan meletakan bulan di kepalaku
Pada malam-malam paling sepi

Lahirlah puisi-puisi sunyi
Yang menerangkan rindu dan segala kenang

Kenangan
serupa helai daun yang tabah
pada dahan-dahan pohon
yang tumbuh di atas mimpi
dengan segala usaha menghasilkan buah

Lalu
pada tempat tersembunyi
daun jatuh ke dalam diri
mencerminkan kerelaan
dan cara-cara yang wajar
Menjalankan kehidupan

kuta, 19 Oktober 2018

Bulan, Awan dan Angin

Siapakah yang pernah mengusik bulan? selain kabut-kabut hitam, yang
tabah dihempas angin.

siapakah yang pernah mengusik awan? selain hembusan angin, yang tiada
pernah menjumpai letih.

siapakah yang pernah mengusik angin? selain berat beban kabut basah,
tubuh pohon dan bangunan perkasa.

Bulan, awan dan angin adalah
mata, hati dan kepala

dalam usik-usik yang paling sering
Jejak langkah seirama

Kekalahan bagi yang satu adalah kemenangan bagi yang lain
Keseimbangan!

Kuta, 13, Oktober, 2018

Doa

Dalam segala semoga
Kau debu di mata langit

Mengharapkan gerak angin dan rintik hujan
Agar kelak kau lapuk menjadi pupuk

Pohon-pohon menghasilkan buah
Bunga-bunga menebarkan aroma

Kau adalah debu yang berharga

Kuta. 23,10,18

Risau

Yang dirisaukan hati kepada angin adalah kepahitan-kepahitan
yang mungkin, muncul di permukaan.

Semisal doa dan keringat saja,
tiba-tiba berubah rupa.

Menjelma menjadi air mani hasil masturbasi
: Berkeringat-keringat mencumbui bayang, lendir berahmat hilang terbuang.

Yang dikirimkan angin kepada hati adalah cahaya-cahaya yang reka.
Yang sejak dahulu kalah, dikirim Tuhan kepada jiwa.

Lalu

Pada taplak sebuah meja
Bayang-bayang kemungkinan
Tergeletak seperti embun

Diam dan dingin
Membeku dalam tubuh puisi

Kuta, 22,10,18

 


Irno Januario lahir di Lete Manggarai Timur, pada 01 Januari 1993.
Lulusan Filsafat Universitas Widya Mandira Kupang ini, mulai belajar
menulis sejak mengenyam bangku kuliah. Beberapa karyanya seperti
opini, esai, cerpen dan puisi telah diterbitkan di berbagai media masa
lokal dan media online. beliau aktif dalam beberapa komunitas sastra
dan menjadi penggagas dalam pendirian komunitas sastra Gubuk Maya
Kupang. sekarang beliau menetap di Bali dan bergiat dalam Komunitas
Sastra, Jatijagat Kampung Puisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here