Selasa, Juni 27, 2017

*) Eka Pradhaning Parasu. Sebuah senjata yang tajamnya tujuh kali lipat pisau penyukur. Wujudnya kapak besar dengan gagang tangkai setinggi orang dewasa. Pipih kapaknya legam menghitam namun berpamor darah dan kematian. Ya, senjata ini yang...

*) Eto Kwuta “Mengapa kamu menangis, Mariaku?” “Saya menangis karena tulangmu patah, kekasih. Saya takut kehilanganmu.” “Benar?” “Ya, sayang.” Kata Mariaku. Mariaku mengatakan dengan penuh haru pada akhir Mei, tanggal 29, tahun 2016 ketika kabar buruk kukirim dari jauh....

*) Yuhesti Mora Begitu malam turun di sebuah kota, hidup berangsur-angsur menepi ke arah pusat kota, tempat berkumpulnya mall, kafe dan pasar malam. Nyaris semua kendaraan hilir mudik dari dan ke arah itu. Sementara di...

*) Gusty Fahik Catatan Awal Di antara sekian cerpen yang dikumpulkan Felix Nesi dalam buku kumpulan cerpen Usaha Membunuh Sepi (2016), cerpen Ponakan menjadi salah satu yang saya anggap cukup mencuri perhatian saya karena beberapa hal...

“PERCAKAPAN HUJAN Bibirmu gesit Matang menceritakan banyak tentang Malioboro Sebuah daratan yang belum tersentuh oleh telapak merahku Begini, Senja itu kalang kabut menghampiri kita Di bawah lampu taman Di tengah keramaian Di antara hujan-hujan jatuh, yang siap menginap di kepala Kita duduk Keningmu...

*) Nanda Dyani Amilla Aku tidak begitu paham apa yang membuat ayah tidak mengizinkanku memasuki loteng rumah ini. Sejak usiaku lima belas tahun, tepatnya sejak setahun kepergian ibu ke pangkuan Tuhan, ayah tidak pernah lagi...

*) Muhamad Kusuma Gotansyah Senam pagi kali ini aku laksanakan tanpa niat dan tanpa keikhlasan seperti sediakala. Sepertinya mereka telah membeli speaker baru sehingga musik senam yang menyebalkan ini terdengar begitu keras, atau mungkin speaker...

*) Sintia NA Sudah terhitung satu bulan warga desa dibuat geger. Banyak uang mereka yang tiba-tiba hilang. Mereka sempat mengira ini perbuatan tuyul atau babi ngepet. Tapi, perkiraan mereka meleset saat beberapa cermin kecil yang...

*) Ricko W. Aimere 1997 Dermaga kecil di ujung kampung itu sudah sangat tua. Sudah tidak ada lagi aktivitas kapal di sana. Besi-besi yang sebagian menjadi pagar pembatas sudah berkarat dan mulai tercerabut dari akarnya. Belasan...

*) Asrul Sanie Sudah biasa, para sopir truk datang ke sebuah kedai untuk singgah makan atau sekadar minum. Ini sudah larut malam, hampir pagi malah, namun mulai ramai. Kopi, susu, kopi-susu, jahe-susu, atau teh-susu menjadi...