Mahar Kain Kafan, Cerpen Ferry Fansuri

*) Ferry Fansuri Saat ini yang kupunya hanyalah waktu dan cinta, tak lebih dari itu. Kupandangi wajah Mikela yang sendu, dibalik matanya menyimpan sejuta kenangan...

Lelaki Pemikul Sunyi, Cerpen Rio Nanto

*) Rio Nanto “Jangan panggil aku Bernard, tetapi lelaki sebab lelaki mencintai seorang wanita hanya satu kali”, demikian tulisanBernard di status facebooknya. Sejak dia ditinggalkan...

MALIN, MORPHEUS, ULAR DERIK DAN CERITA PANGERAN KODOK, Cerpen Venansius Pea...

*) Venansius Pea Mole Malin tidak tidur semalaman. Mimpi-mimpinya selama tiga hari terakhir membuatnya risau dan susah tidur. Firasatnya mengatakan akan terjadi suatu peristiwa yang...

Februari Kelabu, Cerpen Yandris Tolan

*) Yandris Tolan Desiran angin gunung bertaburan awan kelam menyita arah pandanganku. Lekukan langit yang sedang merinding desah dinginnya angin Februari seakan menyimpan ribuan rasa...

Tamu adalah Orang Asing, Cerpen Ezra Tuname

*) Ezra Tuname Siang menawarkan pemandangan yang indah. Pagi terlampau berkabut sehingga hamaparan sawah indah luput dari perhatian mata. Tebing-tebing menawan dan bergitu congkak terlihat...

BERAT BADAN, Cerpen Dee Hwang

*) Dee Hwang Dia gelisah—kurasa orang asing akan berujar hal yang sama. Sudah setengah jam dia begitu, mondar-mandir di depan kaca, memperhatikan area pinggangnya yang...

Kata-Kata Itu Sudah Hilang Sejak Kami Dilahirkan, Cerpen Ferry Fansuri

*) Ferry Fansuri Padang pasir yang kami susuri dengan segenap beban dipundak, terik panas kami abaikan demi menembus badai depan mata. Kami tinggalkan banyak kota...

PARASU, Cerpen Eka Pradhaning

*) Eka Pradhaning Parasu. Sebuah senjata yang tajamnya tujuh kali lipat pisau penyukur. Wujudnya kapak besar dengan gagang tangkai setinggi orang dewasa. Pipih kapaknya legam...

Air Mata Mata Air, Cerpen Eto Kwuta

*) Eto Kwuta “Mengapa kamu menangis, Mariaku?” “Saya menangis karena tulangmu patah, kekasih. Saya takut kehilanganmu.” “Benar?” “Ya, sayang.” Kata Mariaku. Mariaku mengatakan dengan penuh haru pada akhir Mei,...

Menyeberang, Cerpen Yuhesti Mora

*) Yuhesti Mora Begitu malam turun di sebuah kota, hidup berangsur-angsur menepi ke arah pusat kota, tempat berkumpulnya mall, kafe dan pasar malam. Nyaris semua...

TERKINI

TERPOPULER