*) Rio Nanto “Jangan panggil aku Bernard, tetapi lelaki sebab lelaki mencintai seorang wanita hanya satu kali”, demikian tulisanBernard di status facebooknya. Sejak dia ditinggalkan oleh kekasihnya dia menjadi lelaki yang takut dengan senyuman setiap...

*) Venansius Pea Mole Malin tidak tidur semalaman. Mimpi-mimpinya selama tiga hari terakhir membuatnya risau dan susah tidur. Firasatnya mengatakan akan terjadi suatu peristiwa yang maha dahsyat. Tiga hari yang lalu, Malin bermimpi didatangi seorang pria...

*) Yandris Tolan Desiran angin gunung bertaburan awan kelam menyita arah pandanganku. Lekukan langit yang sedang merinding desah dinginnya angin Februari seakan menyimpan ribuan rasa hati yang kusembunyikan. Ibarat mimpi jadi kenyataan, itulah sepenggal kisah...

*) Ezra Tuname Siang menawarkan pemandangan yang indah. Pagi terlampau berkabut sehingga hamaparan sawah indah luput dari perhatian mata. Tebing-tebing menawan dan bergitu congkak terlihat dari lembah. Jalanan beraspal menuju perbukitan. Sesekali dijumpai aspal-aspal pecah. Jalan...

*) Dee Hwang Dia gelisah—kurasa orang asing akan berujar hal yang sama. Sudah setengah jam dia begitu, mondar-mandir di depan kaca, memperhatikan area pinggangnya yang membuatnya bertanya tentang kebiasaan hidup mana yang membuat badannya terlihat...

*) Ferry Fansuri Padang pasir yang kami susuri dengan segenap beban dipundak, terik panas kami abaikan demi menembus badai depan mata. Kami tinggalkan banyak kota yang hancur dalam perjalanan, kami hanyalah segerombolan pria, wanita serta...

*) Eka Pradhaning Parasu. Sebuah senjata yang tajamnya tujuh kali lipat pisau penyukur. Wujudnya kapak besar dengan gagang tangkai setinggi orang dewasa. Pipih kapaknya legam menghitam namun berpamor darah dan kematian. Ya, senjata ini yang...

*) Eto Kwuta “Mengapa kamu menangis, Mariaku?” “Saya menangis karena tulangmu patah, kekasih. Saya takut kehilanganmu.” “Benar?” “Ya, sayang.” Kata Mariaku. Mariaku mengatakan dengan penuh haru pada akhir Mei, tanggal 29, tahun 2016 ketika kabar buruk kukirim dari jauh....

*) Yuhesti Mora Begitu malam turun di sebuah kota, hidup berangsur-angsur menepi ke arah pusat kota, tempat berkumpulnya mall, kafe dan pasar malam. Nyaris semua kendaraan hilir mudik dari dan ke arah itu. Sementara di...

*) Gusty Fahik Catatan Awal Di antara sekian cerpen yang dikumpulkan Felix Nesi dalam buku kumpulan cerpen Usaha Membunuh Sepi (2016), cerpen Ponakan menjadi salah satu yang saya anggap cukup mencuri perhatian saya karena beberapa hal...