Senin, Juli 16, 2018

CERPEN

SIANG ITU DI RSUD RUTENG, Cerpen Genoveva Emerensi

*) Genoveva Emerensi Siang itu langit tampak mendung. Udara pun berwarna kelabu. Dari kejauhan, pegunungan Golo Lusang yang nampak di depan kota dingin itu dirimbuni dengan berbagai pepohonan hutan berwarna kelabu hitam. Antara sebentar terdengar...

Seperti Bulan Melukis Malam

*) Kris da Somerpes Serupa kuas bilah sinar bulan jatuh menyembam di atas bentangan malam. Hendak melukis pekat. Selalu serupa itu jika purnama mekar. Melalui celah-celah pohon, antara daun dan semak-semak pernama lepaskan bilah sinarnya....

GURUKU IDOLAKU, Cerpen Ervino Hebry Handoko

*) Ervino Hebry Handoko Bangunan tua itu masih berdiri kokoh. Bertambahnya usia tidak menghalanginya untuk tampil tetap eksis. Bangunan tua yang menghasilkan banyak generasi yang berkualitas. Hampir setiap orang yang meninggalkan gedung tua itu selalu...

TERIMA KASIH MAMA, Cerpen Maria Zemlia

*) Maria Zemlia Hari ini aku pulang ke Pulau Bunga mengunjungi mama yang tertidur pulas dalam pusaran nisan. Sudah setahun tahun mama meninggalkan aku sendiri. Aku masih ingat sekali perpisahan terakhir kami saat aku hendak...

SENANDUNG WELA RUNU, Cerpen Rio Nanto

*) Rio Nanto Di suatu hening pada ujung malam, Ayah mengukir angan pada setangkai rembulan. Waktu itu aku masih menulis mimpi pada diary rasa tentang suatu mahligai rumah tangga. Lalu ayah berpaling padaku dengan seutas...

SEPASANG KEKASIH DI BALON UAP, Cerpen Seto Permada

*) Seto Permada “Lima belas menit lagi kita akan terbang, Daisy,” seorang pria yang mengenakan sweter tebal bulu domba warna abu-abu memerhatikan arloji di lengan kirinya. Berdetak mundur. “Ini benar-benar keterlaluan, Pap. Empat jam bukan waktu...

KADO PASKAH, Cerpen Hardy Sungkang

*) Hardy Sungkang Parasnya cantik, anggun dan manis. Tubuhnya seksi, tidak salah kalau diandaikan sebagai tubuh kaya gitar Spanyol. Rambut panjang, bibir merah tipis menawan bagaikan buah delima. Gayanya kaya artis hollywood. Telinganya beranting doble....

TUJUH KUNANG-KUNANG DALAM BOTOL SELAI, Cerpen Ajeng Maharani

*) Ajeng Maharani Di matamu semuanya nampak sama. Terbelah. Bulan itu juga. Ribuan kunang-kunang merembes dari celah-celahnya yang retak, lalu lesat terbang bergerombol ke arahmu. Berputar-putar. Seperti mengarak kesepianmu. Lukamu. Pikiran-pikiranmu yang sebulan ini menjadi...

PAYUNG HITAM, Cerpen Ricko W

*) Ricko W Sudah tiga kali dalam hari yang sama, aku melihat gadis itu di sudut pertokoan di perempatan jalan. Aku mengenalnya lewat payung hitam itu. Ia berdiri seperti sedang menunggu seseorang. Hujan lebat dan...

WANITA DI JEMBATAN LAYANG, Cerpen Devi Eka

*) Devi Eka Seorang wanita muda duduk bersila di pinggir jembatan layang. Rambutnya yang panjang ber-higlight biru berkibar tak keruan ditiup angin. Helaiannya menari-nari ke kiri ke kanan, naik turun semerawut, membuat rambut yang mungkin...

TERKINI

TERPOPULER