Selasa, Juni 27, 2017

*) Mirna Alfiani Seorang lelaki tampan berdasi kupu-kupu menyambut kehadiranku di depan kafe sore itu. Dengan sopan dan ramah, lelaki dalam balutan busana hitam putih itu mengucapkan selamat datang, lalu membukakan pintu kaca kafe tersebut...

*) Hardy Sungkang "Sayang, bukankah kita terlalu lama menjamah angin rindu, tidak melepas lelah dahaga di bibir pantai pasir putih? Kini jemariku telah lelah mengukir kisah, kapan kita menikah?" Senandung pesan si mawar putih di...

*) Valry Hengky Setibanya di rumah, Veronika langsung selinap menuju ke ruang dapur. Meraih setangkai gelas hampa, mendekati sebuah cerek plastik kemudian tanpa kata, segelas mineral hangat habis direguknya. Hanya jemari tangan kanannya basah oleh...

*) Frank Lamanepa "Maafkan aku. Memang tak seharusnya hal ini terjadi. Mestinya selalu ada pilihan yang harus kuambil meski semuanya memiliki resiko. Tentu, jangan berkata bahwa aku tak memikirkannya. Tapi inilah pilihanku. Inilah jalanku. Demi keselamatanmu"....

*) Kartika Catur Pelita Ini entah operasi mereka yang ke berapa. Kali ini di daerah pinggiran hutan bakau. Si punya hajat menanggap  organ tunggal. Pentas dangdut yang digelar di atas tanah lapang, bekas tambak yang...

*) Agustinus Rangga Respati Dua orang pemuda mengetuk pintu kayu dengan ukiran kayu khas Jepara. Seorang wanta paruh baya keluar dengan jarik lurik, dia sedang mengunyah pinang, bibirnya merah merekah seperti ketumpahan gincu. Dipandanginya kedua...

*) Sulistyo Suparno Rosa membanting tas ke lantai. Mama yang sedang membaca majalah di teras, terkejut. Mama sudah menduga apa yang terjadi. “Kamu ada masalah lagi di sekolah?” tanya mama, memungut tas Rosa. “Rosa sebal sama Bu...

*) Kak Ian Ekor mataku saat ini masih melirik ke arah Pasar Jelata.  Pasar dimana aku mengais rezeki sebagai kuli panggul pasar. Tentunya sebagai kuli panggul aku harus selalu siap siaga di pasar itu. Bagaimana...

*) Humaira Aziza Reds pernah mengatakan kepadaku sebelum melahirkan dirinya, Mom menelan terlalu banyak arumanis sehingga tubuh kecilnya berwarna merah muda. Aku tidak tahu seperti apa warna merah muda itu. Hanya saja saudaraku itu berkata...

*) Cerpen Wahyu Gandi Ah, jakungmu payah. Baru semenit saja sudah tak setega itu, naik turun seperti sebuah ungkapan yang tak rela dari bahasa tubuhmu nak. Kali ini, kau akan tenang dan tentram berada dipelukan...