Sabtu, Oktober 21, 2017

CERPEN

Air Mata Mata Air, Cerpen Eto Kwuta

*) Eto Kwuta “Mengapa kamu menangis, Mariaku?” “Saya menangis karena tulangmu patah, kekasih. Saya takut kehilanganmu.” “Benar?” “Ya, sayang.” Kata Mariaku. Mariaku mengatakan dengan penuh haru pada akhir Mei, tanggal 29, tahun 2016 ketika kabar buruk kukirim dari jauh....

Menyeberang, Cerpen Yuhesti Mora

*) Yuhesti Mora Begitu malam turun di sebuah kota, hidup berangsur-angsur menepi ke arah pusat kota, tempat berkumpulnya mall, kafe dan pasar malam. Nyaris semua kendaraan hilir mudik dari dan ke arah itu. Sementara di...

Usaha Membunuh Imajinasi, Sebuah Bahasan Untuk Cerpen Ponakan, Karya Felix Nesi

*) Gusty Fahik Catatan Awal Di antara sekian cerpen yang dikumpulkan Felix Nesi dalam buku kumpulan cerpen Usaha Membunuh Sepi (2016), cerpen Ponakan menjadi salah satu yang saya anggap cukup mencuri perhatian saya karena beberapa hal...

Puisi-Puisi Margareth Febhy Irene

“PERCAKAPAN HUJAN Bibirmu gesit Matang menceritakan banyak tentang Malioboro Sebuah daratan yang belum tersentuh oleh telapak merahku Begini, Senja itu kalang kabut menghampiri kita Di bawah lampu taman Di tengah keramaian Di antara hujan-hujan jatuh, yang siap menginap di kepala Kita duduk Keningmu...

Perempuan dalam Loteng Rumahku, Cerpen Nanda Dyani Amilla

*) Nanda Dyani Amilla Aku tidak begitu paham apa yang membuat ayah tidak mengizinkanku memasuki loteng rumah ini. Sejak usiaku lima belas tahun, tepatnya sejak setahun kepergian ibu ke pangkuan Tuhan, ayah tidak pernah lagi...

SENAM PAGI DI HALAMAN SEKOLAH, Cerpen Muhamad Kusuma Gotansyah

*) Muhamad Kusuma Gotansyah Senam pagi kali ini aku laksanakan tanpa niat dan tanpa keikhlasan seperti sediakala. Sepertinya mereka telah membeli speaker baru sehingga musik senam yang menyebalkan ini terdengar begitu keras, atau mungkin speaker...

Ketukan Ketiga Di Malam Jumat, Cerpen Sintia NA

*) Sintia NA Sudah terhitung satu bulan warga desa dibuat geger. Banyak uang mereka yang tiba-tiba hilang. Mereka sempat mengira ini perbuatan tuyul atau babi ngepet. Tapi, perkiraan mereka meleset saat beberapa cermin kecil yang...

PANTAI, Cerpen Ricko W

*) Ricko W. Aimere 1997 Dermaga kecil di ujung kampung itu sudah sangat tua. Sudah tidak ada lagi aktivitas kapal di sana. Besi-besi yang sebagian menjadi pagar pembatas sudah berkarat dan mulai tercerabut dari akarnya. Belasan...

Sit! Kau! Cerpen Asrul Sanie

*) Asrul Sanie Sudah biasa, para sopir truk datang ke sebuah kedai untuk singgah makan atau sekadar minum. Ini sudah larut malam, hampir pagi malah, namun mulai ramai. Kopi, susu, kopi-susu, jahe-susu, atau teh-susu menjadi...

Pagelaran Musik Jazz Termegah Di Atas Langit, Cerpen Muhamad Kusuma Gotansyah

*) Muhamad Kusuma Gotansyah Terompet yang kumainkan basah akan keringat dari kedua telapak tanganku. Wajahku, leherku, dan tengkukku pun basah akan keringat. Kemeja yang kukenakan juga basah dan lengket pada tubuhku. Namun bibirku tetap meniup...

TERKINI

TERPOPULER