Senin, November 20, 2017

CERPEN

SURAT CINTA, Cerpen Fabi JM Seran

*) Fabi JM Seran Sudah pukul 20.00. Semua pintu rumah telah terkunci. Kami berenam masih menemani mama yang duduk bisu di ruang tamu. Tidak biasanya ini terjadi, tapi entalah, situasi malam ini benar-benar menggelisahkan. Ya, menggelisahkan...

PAYUNG HITAM, Cerpen Ricko W

*) Ricko W Sudah tiga kali dalam hari yang sama, aku melihat gadis itu di sudut pertokoan di perempatan jalan. Aku mengenalnya lewat payung hitam itu. Ia berdiri seperti sedang menunggu seseorang. Hujan lebat dan...

Kosmas Rangkuti, Cerpen Ricko W

*) Ricko W Setiap hari sepulang sekolah, selepas makan siang, ia keluar melewati jendela dapur langsung berada di bawah pohon nangka di belakang rumah. Dengan lincah ia memanjat pohon itu, duduk di salah satu dahannya...

SEJENGKAL HIDUP DI ATAS LAUT, Cerpen Alexander Aur Apelaby

Alexander Aur Apelaby*) STOM KAPAL PENUMPANG itu sudah berbunyi ketiga kali. Para anak buah kapal mengatur mesin penggulung tali tambat. Perlahan-lahan kapal melepaskan pagutannya dari bibir pelabuhan kecil itu. Stom pun berbunyi lagi. Bunyi stom...

KELIMUTU, Akulah Kawah Darahmu

*) Bara Pattyradja “Jika aku tak sanggup lagi menenun, cintalah yang akan datang menenunku. Lalu waktu akan menjadikan aku seorang Ibu bagi sepasang kembar. Panggil mereka Koofai dan Nuwa Muri. Di kening mereka, tujuh rasi...

LOHAYONG, Cerpen Alexander Aur Apelaby

*) Alexander Aur Apelaby KAPAL MOTOR Lewotana membelah teluk Solor nan biru dari arah Larantuka. Buih-buih putih tampias ke kiri kanan badan kapal yang terbut dari papan-papan kayu itu. Di sebelah kiri kanan kapal, sampan-sampan...

TIADA DARAH DI LAMALERA, Cerpen Martin Aleida

*) Martin Aleida Gigil laut utara menggiring kami kemari, ke Laut Sawu yang hangat dan biru begini. Langit begitu rendah. Seperti hendak rebah. Lengkungnya sesekali disaput semburan air yang tegak lurus meniti dalam hembusan napas...

Seperti Bulan Melukis Malam

*) Kris da Somerpes Serupa kuas bilah sinar bulan jatuh menyembam di atas bentangan malam. Hendak melukis pekat. Selalu serupa itu jika purnama mekar. Melalui celah-celah pohon, antara daun dan semak-semak pernama lepaskan bilah sinarnya....

Seseorang itu Memang Bajingan

*) Kris da Somerpes Sebilah sabit dan sebatang linggis murka tak kepalang tanggung. Dengan masih belepotan darah, keduanya dibuang begitu saja ke tepi jurang, tergeletak di antara semak-semak, dekat sebidang tanah yang baru saja digarap...

Kisah Di Ujung Jalan

*) Kris da Somerpes Ke ujung jalan itu, dekat mesjid yang bersebelahan dengan gereja, kami berjalan bergandengan tangan. Jari-jari kami saling mengunci. Bilah tapak tangan kami saling genggam. Seperti tak akan terpisahkan, seperti tak akan...

TERKINI

TERPOPULER