*) Ken Hanggara Kim memberiku sebungkus cokelat untuk menghabiskan malam terakhir tahun ini. Ia tidak bicara apa-apa selain membahas cokelat itu, tetapi aku tidak sesemangat dulu dalam menghadapi cokelat dan aku tidak akan memakan cokelat...

*) Kak Ian Ini sudah sekian kali Bak memperingati aku untuk menjauhi Sungai Kelingi. Aku tidak boleh dekat-dekat ke bibir sungai itu. Apalagi menaiki biduk seorang diri. Lebih baik aku gegas meninggalkan tempat itu...

*) Sandza Kampungku dipenuhi tangan-tangan rajin. Begitu aku menyebutnya untuk menghaluskan istilah tangan-tangan usil. Tak ada warga yang berani menyimpan barang-barang di pekarangan rumah. Bahkan, hanya untuk sekedar sandal jepit saja mereka menyimpannya di dapur...

*) Aris Woghe Perempuan tua berselubung kain hitam hingga kepala, menangis tersedu. Rintih tangisan yang lebih menyerupai nyanyian bernada pilu itu terdengar menyayat hati, menggugah rasa iba. Manusia mana yang tak terketuk nuraninya, bila mendengar...

*) Nurlaeli Umar “Kalau ingin lancar kamu harus memakai jasa penunggu periuk.” “Tapi sudah ada panitia. Kemarin sudah tiga kali rapat, semua sudah  dibagi tugasnya.” “Biasanya panitia lebih ingin terlihat memakai seragam.Belum lagi mereka juga ingin melihat...

*) Rio Nanto Di suatu hening pada ujung malam, Ayah mengukir angan pada setangkai rembulan. Waktu itu aku masih menulis mimpi pada diary rasa tentang suatu mahligai rumah tangga. Lalu ayah berpaling padaku dengan seutas...

*) Arwen Chandra Tatiano “Saya hanya jatuh cinta satu kali lalu melakukannya dengan sungguh-sungguh.” Echa tak dapat berkata lagi setelah mendengar pernyataan tegas tantenya. Gadis yang beranjak dewasa itu pun tak ingin membuat suasana memburuk dengan...

*) Maywin Dwi-Asmara 1. Senja begitu sendu, matahari menyisakan gurat jingga di ujung langit utara, awan cumulus menggantung tinggi membentuk sebuah dunia baru, dunia yang ringan membentang di atas gedung dan kawat-kawat hitam yang melintang, membentuk...

*) Anung D’Lizta Gemercik suara air hujan dari pagi sore belum reda. Sesekali suara angin menderu kencang menambah pekatnya malam. Kelihatan mencengkam. Di rumah sepi. Hanya ada satu nyawa manusia yang bersarang di dapur dengan...

*) Yuhesti Mora Kepada sepasang pohon kelapa di seberang jalan rumahnya itu, ia sering mengalamatkan hal-hal yang tidak pernah mampu ia kirimkan kepada orang-orang yang membuatnya memikirkan hal-hal tertentu atau menggali perasaan-perasaan terdalam yang dimilikinya....