Februari Kelabu, Cerpen Yandris Tolan

*) Yandris Tolan Desiran angin gunung bertaburan awan kelam menyita arah pandanganku. Lekukan langit yang sedang merinding desah dinginnya angin Februari seakan menyimpan ribuan rasa...

Tamu adalah Orang Asing, Cerpen Ezra Tuname

*) Ezra Tuname Siang menawarkan pemandangan yang indah. Pagi terlampau berkabut sehingga hamaparan sawah indah luput dari perhatian mata. Tebing-tebing menawan dan bergitu congkak terlihat...

BERAT BADAN, Cerpen Dee Hwang

*) Dee Hwang Dia gelisah—kurasa orang asing akan berujar hal yang sama. Sudah setengah jam dia begitu, mondar-mandir di depan kaca, memperhatikan area pinggangnya yang...

Kata-Kata Itu Sudah Hilang Sejak Kami Dilahirkan, Cerpen Ferry Fansuri

*) Ferry Fansuri Padang pasir yang kami susuri dengan segenap beban dipundak, terik panas kami abaikan demi menembus badai depan mata. Kami tinggalkan banyak kota...

PARASU, Cerpen Eka Pradhaning

*) Eka Pradhaning Parasu. Sebuah senjata yang tajamnya tujuh kali lipat pisau penyukur. Wujudnya kapak besar dengan gagang tangkai setinggi orang dewasa. Pipih kapaknya legam...

Air Mata Mata Air, Cerpen Eto Kwuta

*) Eto Kwuta “Mengapa kamu menangis, Mariaku?” “Saya menangis karena tulangmu patah, kekasih. Saya takut kehilanganmu.” “Benar?” “Ya, sayang.” Kata Mariaku. Mariaku mengatakan dengan penuh haru pada akhir Mei,...

Menyeberang, Cerpen Yuhesti Mora

*) Yuhesti Mora Begitu malam turun di sebuah kota, hidup berangsur-angsur menepi ke arah pusat kota, tempat berkumpulnya mall, kafe dan pasar malam. Nyaris semua...

Usaha Membunuh Imajinasi, Sebuah Bahasan Untuk Cerpen Ponakan, Karya Felix Nesi

*) Gusty Fahik Catatan Awal Di antara sekian cerpen yang dikumpulkan Felix Nesi dalam buku kumpulan cerpen Usaha Membunuh Sepi (2016), cerpen Ponakan menjadi salah satu...

Puisi-Puisi Margareth Febhy Irene

“PERCAKAPAN HUJAN Bibirmu gesit Matang menceritakan banyak tentang Malioboro Sebuah daratan yang belum tersentuh oleh telapak merahku Begini, Senja itu kalang kabut menghampiri kita Di bawah lampu taman Di tengah...

Perempuan dalam Loteng Rumahku, Cerpen Nanda Dyani Amilla

*) Nanda Dyani Amilla Aku tidak begitu paham apa yang membuat ayah tidak mengizinkanku memasuki loteng rumah ini. Sejak usiaku lima belas tahun, tepatnya sejak...

TERKINI

TERPOPULER