INTIMASI EROTIS: CREATIO EX PROFUNDIS, Preface ke “Segala Detikmu” dari Reinald...

*) Sintus Runesi ‘Samudera raya (tehom) berpanggil-panggilan’ (Mzr 42:8) Nietzsche pernah menulis bahwa ‘kita mulai menyusun suatu pesan/sabda pada titik di mana ketidaktahuan kita bermula, di mana...

Bayang-Bayang Identitas, Catatan Atas Pentas Monolog Menggaris dari Pinggir

*) Gusty Fahik Suatu malam, menjelang akhir April 2017, diawali sajian pembuka berupa musikalisasi puisi yang dibawakan Reisty Baba Nong dan Fernando Leonard Ale, Abdy...

Santisima dan Virginitas

*) Ezra Tuname Bagi publik sastra NTT, Yohanes Sehandi adalah nama yang tak asing. Terdapat banyak ulasan sastranya di berbagai media. Ia pernah menulis sebuah...

Sastra yang Menggerakkan

*) Tommy Duang   Apa yang tak dapat kau hancurkan Dengan tangan Hancurkanlah dengan sajak Tapi demikian kau Membangun lagi Dindingnya waktu Sajak tanpa judul Sitor Situmorang di atas...

Mendedah Relasi Sastra Dan Agama Dengan Dua Wajah

*) Allan Wayan Agama adalah fakta sosial yang ditemukan pada hampir semua kelompok masyarakat. Dikatakan demikian, karena ia diciptakan oleh manusia untuk mengatur ritme hidup...

Elegi  Wajah  Lembata  dan Minimnya Wawasan Politik, Analisis  atas cerpen “Ibu...

*) Yurgo Purab Pendahuluan Goenawan Mohamad  pernah berujar bahwa cerpen adalah karya sastra yang paling jujur karena penulisnya bebas dari pretensi apa pun (Kompas, Minggu/9/11/1997).  Demikian...

 “Segala Detikmu” Er EL Em

*) Ezra Tuname Membaca “Segala Detikmu”, buku antologi puisi Reinard L. Meo alias Er EL Em, seakan memaksa kita untuk berlari melingkar searah jarum waktu....

Puisi dan Jejak Sunyi Seorang Misionaris

*) Gusty Fahik “... kota yang asing dengan cerita yang pahit ajari aku mereguk manis deritamu dalam nyanyian ombak ...” (Hari Terakhir di Maputo – Jimmy Meko Hayong) Di Maputo, sebuah kota...

SEPERTI BENENAI, DARAHKU MENETES PILU: Perempuan Dalam Narasi Puitik R....

  *) Sintus Runesi “Ada banyak jalan memelajari madah suatu suku bangsa, dan masing-masing jalan itu senantiasa benar.” ~ Rudyard Kipling, In the Neolithic Age Pada suatu...

Sui Generis di Segala Detikmu Karya Reinard L. Meo

*) Yohanes Berchemans Ebang SEGALA DETIKMU Aku mencintaimu dengan segala detikmu Laksana serpihan kaca yang pantulkan aurah senja Kadang keheningan membantuku bermimpi Tentang desiran angin yang menyapu begitu menggoda Mencintaimu...

TERKINI

TERPOPULER