Senin, November 20, 2017

OPINI

Hakekat Sastra Di Media Sosial, Sebuah Perspektif

*) Yohanes Berchemans Ebang Media Pewarta Teknologi Informasi Indonesia (MPTII, 2013), melaporkan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut, 95% menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Menurut Selamatta Sembiring, (MPTII,...

INTIMASI EROTIS: CREATIO EX PROFUNDIS, Preface ke “Segala Detikmu” dari Reinald L. Meo

*) Sintus Runesi ‘Samudera raya (tehom) berpanggil-panggilan’ (Mzr 42:8) Nietzsche pernah menulis bahwa ‘kita mulai menyusun suatu pesan/sabda pada titik di mana ketidaktahuan kita bermula, di mana kita tidak mampu melihat lebih jauh lagi.’ Pandangan ini seperti...

Bayang-Bayang Identitas, Catatan Atas Pentas Monolog Menggaris dari Pinggir

*) Gusty Fahik Suatu malam, menjelang akhir April 2017, diawali sajian pembuka berupa musikalisasi puisi yang dibawakan Reisty Baba Nong dan Fernando Leonard Ale, Abdy Keraf mementaskan sebuah monolog dalam kolaborasi dengan Ragil Sukriwul. *** Dari dalam...

Santisima dan Virginitas

*) Ezra Tuname Bagi publik sastra NTT, Yohanes Sehandi adalah nama yang tak asing. Terdapat banyak ulasan sastranya di berbagai media. Ia pernah menulis sebuah apresiasi atas karya  Santisima Gama, Antologi Puisi “Virgin, di Manakah...

Sastra yang Menggerakkan

*) Tommy Duang   Apa yang tak dapat kau hancurkan Dengan tangan Hancurkanlah dengan sajak Tapi demikian kau Membangun lagi Dindingnya waktu Sajak tanpa judul Sitor Situmorang di atas menampilkan karakter ganda dari rangkaian kata yang membentuk sebuah sajak...

Mendedah Relasi Sastra Dan Agama Dengan Dua Wajah

*) Allan Wayan Agama adalah fakta sosial yang ditemukan pada hampir semua kelompok masyarakat. Dikatakan demikian, karena ia diciptakan oleh manusia untuk mengatur ritme hidup dan memberi identitas bagi manusia itu sendiri. Sebagai sebuah fakta...

Elegi  Wajah  Lembata  dan Minimnya Wawasan Politik, Analisis  atas cerpen “Ibu yang merindu”, Karya ...

*) Yurgo Purab Pendahuluan Goenawan Mohamad  pernah berujar bahwa cerpen adalah karya sastra yang paling jujur karena penulisnya bebas dari pretensi apa pun (Kompas, Minggu/9/11/1997).  Demikian pula cerpen yang ditulis oleh Selo Lamatapo dengan judul “Ibu...

 “Segala Detikmu” Er EL Em

*) Ezra Tuname Membaca “Segala Detikmu”, buku antologi puisi Reinard L. Meo alias Er EL Em, seakan memaksa kita untuk berlari melingkar searah jarum waktu. Di situ, diperlukan stamina intelektual yang “jos” untuk bisa sekadar...

Puisi dan Jejak Sunyi Seorang Misionaris

*) Gusty Fahik “... kota yang asing dengan cerita yang pahit ajari aku mereguk manis deritamu dalam nyanyian ombak ...” (Hari Terakhir di Maputo – Jimmy Meko Hayong) Di Maputo, sebuah kota tepi pantai nun jauh di Afrika, seorang pemuda misionaris menulis...

SEPERTI BENENAI, DARAHKU MENETES PILU: Perempuan Dalam Narasi Puitik R. Fahik

  *) Sintus Runesi “Ada banyak jalan memelajari madah suatu suku bangsa, dan masing-masing jalan itu senantiasa benar.” ~ Rudyard Kipling, In the Neolithic Age Pada suatu masa, perempuan bisa dikatakan, disamakan dengan barang. Dalam kultur patriarki,...

TERKINI

TERPOPULER