Sabtu, Juli 22, 2017

*) Herman Efriyanto Tanouf Ketika saya mencoba untuk membuat ulasan atas puisi dari Julia Daniel Kotan (JDK), jujur saja saya sempat bimbang. Sebab setiap kali membaca puisi-puisinya, secara personalsaya dibawa masuk dalam ziarah bathin yang...

“Seni membuat orang peka dan menyadari ketidakberesan dalam hidupnya. Seni bisa membuat setiap orang memberontak dan melawan sesuatu yang menindas”- Saut Situmorang Setiap penyair yang dikenal dalam dunia sastra Indonesia memiliki keunikan. Keunikan itu dapat...

*) Yohanes Berchemans Ebang Tulisan ini merupakan hasil bacaan seorang penikmat puisi atas tiga puisi Reinard L. Meo (Kerinduan, Mata Laut, dan Kopi Wae Lengga). Ketiga puisi itu dimuat di media FLORESMUDA.COM (15/1/2016). Kaca mata...

*) Herman Efriyanto Tanouf Membaca puisi “Orang Tiada” karya Dhenok Kristianti (Penyair kelahiran Yogyakarta, 25 Januari 1961), saya seolah “diminta” untuk memposisikan diri sebagai perempuan; terlepas dari penyairnya yang adalah seorang perempuan. Dalam posisi ini,...

_er el em_* Menyegarkan Memori akan Gibran KAHLIL GIBRAN. Kedengarannya, nama ini melekat erat pada dunia syair atau sastra itu sendiri. Gibran adalah seorang penyair legendaris asal Libanon atau yang familiar dengan psedoname ‘Sang Nabi dari...

*) Yohanes Berchemans Ebang Pengantar Buku Puisi Dari Balik Jubah merupakan kumpulan pusi tiga orang pennyair yakni Al Tandirassing, Ardyanto Allolayuk dan Flafiani Jehalu. Dua nama pertama merupakan frater (calon imam katolik) tinggal di Seminarium Anging...

*) Rofiantinus Roger Aku bermalam|semalam aku di tengah malam|Jika kau tahu| aku hingga melewati malam| aku terlelap di antara dua perawan|berdua bahkan lebih menawan| pesona tak sekalipun membelakangi| kemilau kelam bahkan terlihat hilang|mati| ketika aku memanggil|ada...

*) Yohanes Berchemans Ebang Dalam lima tahun terakhir, geliat seni khususnya sastra di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin ramai. Selain perbincangan, diskusi dan apreasi sastra di komunitas-komunitas sastra, hal ini juga ditandai dengan publikasi karya...

*)  Hardy Sungkang Sastra bukanlah diksi baru dalam realitas masa kini. Sastra dan realitas hidup masyarakat tidak bisa dipisahkan. Sastra tidak bisa dielakkan dari kenyataan hidup manusia. Sastra bagaikan cahaya matahari yang menembus ke segala...

*) Herman Efriyanto Tanouf Afrizal Malna ketika mengulas buku puisi Kuyup Basahmu karya Ishack Sonlay, menggunakan lensa makna dalam 5 kali pembesaran. Artinya bahwa pemaknaan akan puisi-puisi Sonlay membutuhkan penjelajahan yang tidak sebatas pada kontemplasi...