Sabtu, Mei 26, 2018

OPINI

Seni Mengajak Kau Berpikir, Bukan Menghibur

“Seni membuat orang peka dan menyadari ketidakberesan dalam hidupnya. Seni bisa membuat setiap orang memberontak dan melawan sesuatu yang menindas”- Saut Situmorang Setiap penyair yang dikenal dalam dunia sastra Indonesia memiliki keunikan. Keunikan itu dapat...

POTRET KEGELISAHAN “PENYAIR KRETA” Refleksi atas Puisi “Yin dan Yang” karya Julia Daniel Kotan

*) Herman Efriyanto Tanouf Ketika saya mencoba untuk membuat ulasan atas puisi dari Julia Daniel Kotan (JDK), jujur saja saya sempat bimbang. Sebab setiap kali membaca puisi-puisinya, secara personalsaya dibawa masuk dalam ziarah bathin yang...

Interpretasi Feminisme Puisi “Orang Tiada” Dhenok Kristianti

*) Herman Efriyanto Tanouf Membaca puisi “Orang Tiada” karya Dhenok Kristianti (Penyair kelahiran Yogyakarta, 25 Januari 1961), saya seolah “diminta” untuk memposisikan diri sebagai perempuan; terlepas dari penyairnya yang adalah seorang perempuan. Dalam posisi ini,...

RITUS, REALITAS DAN IMAJINASI, Bacaan Atas Puisi-puisi Reinard L. Meo

*) Yohanes Berchemans Ebang Tulisan ini merupakan hasil bacaan seorang penikmat puisi atas tiga puisi Reinard L. Meo (Kerinduan, Mata Laut, dan Kopi Wae Lengga). Ketiga puisi itu dimuat di media FLORESMUDA.COM (15/1/2016). Kaca mata...

Puisi dalam Refleksi Kahlil Gibran

_er el em_* Menyegarkan Memori akan Gibran KAHLIL GIBRAN. Kedengarannya, nama ini melekat erat pada dunia syair atau sastra itu sendiri. Gibran adalah seorang penyair legendaris asal Libanon atau yang familiar dengan psedoname ‘Sang Nabi dari...

DARI BALIK JUBAH; Kebebasan Jiwa Penyair di Ruang Publik

*) Yohanes Berchemans Ebang Pengantar Buku Puisi Dari Balik Jubah merupakan kumpulan pusi tiga orang pennyair yakni Al Tandirassing, Ardyanto Allolayuk dan Flafiani Jehalu. Dua nama pertama merupakan frater (calon imam katolik) tinggal di Seminarium Anging...

Suluk Dalam “Perawan” Febriana Irene

*) Rofiantinus Roger Aku bermalam|semalam aku di tengah malam|Jika kau tahu| aku hingga melewati malam| aku terlelap di antara dua perawan|berdua bahkan lebih menawan| pesona tak sekalipun membelakangi| kemilau kelam bahkan terlihat hilang|mati| ketika aku memanggil|ada...

Tatkala “Perahu” Cinta Chairil Anwar, Gagal “Berlabuh” di “Pelabuhan” Hati Sri Ajati

*) Inosentius Mansur Chairil Anwar. Ya nama itu mengusik lagi. Lewat karya-karyanya, saya “cukup akrab” dengan seniman komplet, pelopor angkatan ’45 ini. Saya mengagumi Chairil, sebagai seorang penyair heroik. Dengan kata dan baris-baris syair,...

PENDEFINISIAN SASTRA NTT, Mendiskusikan Konsep Sastra NTT Versi Yohanes Sehandi

*) Yohanes Berchemans Ebang Dalam lima tahun terakhir, geliat seni khususnya sastra di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin ramai. Selain perbincangan, diskusi dan apreasi sastra di komunitas-komunitas sastra, hal ini juga ditandai dengan publikasi karya...

SASTRA MEMBAHASAKAN REALITAS

*)  Hardy Sungkang Sastra bukanlah diksi baru dalam realitas masa kini. Sastra dan realitas hidup masyarakat tidak bisa dipisahkan. Sastra tidak bisa dielakkan dari kenyataan hidup manusia. Sastra bagaikan cahaya matahari yang menembus ke segala...

TERKINI

TERPOPULER