Sabtu, Mei 26, 2018

OPINI

Membaca Punggung Perempuan Rembulan

*) Gusty Fahik Perempuan itu memasang punggungnya, dan dari situ mengalirlah sebuah kisah tragis tentang perih yang mesti dia alami sepanjang hidupnya. Berawal dari keputusannya untuk meninggalkan bangku kuliah lantaran diajak menikah seorang lelaki yang...

Seni Mengajak Kau Berpikir, Bukan Menghibur

“Seni membuat orang peka dan menyadari ketidakberesan dalam hidupnya. Seni bisa membuat setiap orang memberontak dan melawan sesuatu yang menindas”- Saut Situmorang Setiap penyair yang dikenal dalam dunia sastra Indonesia memiliki keunikan. Keunikan itu dapat...

Dilema Literasi dan Pemasyarakatan Sastra

*) Yohenes Berchemans Ebang Puluhan tahun yang lampau, Encyclopaedia of the Sosial Sciences (Volumes IX and X combined, 1937: Twelfth Printing 1957) mencatat: Literacy, or what the ancients called the knowledge of letters, designates the...

Perempuan dalam Cerpen Oleng-kemoleng Gerson Poyk

*) Hans Ebang Kata yang terucap. Kemungkinan hilang dibawa angin tetapi yang tertulis pasti akan abadi.Demikian juga sebuah teks sastra yang pernah ditulis.Menarik dari sebuah teks sastra adalah ketika terpublikasi, maka mulai saat itu pengarang...

Loas dan Tragedi Lampek Lima

*) Rofiantinus Roger “Agu nabitn wa-wa na’ay, lobo hitut rantang Hiay,” Lukas (1:50) HIDUP itu proses menjadi –yang tak pernah mundur atau terbalik- menuju terminal keadadisanaan, usai keadadisinian, hidup dalam dunia (inderweltsein). Hidup itu dalam proses...

Cinta, Gibran Kahlil Gibran dan Because I Am Jablay

*) Kris da Somerpes Tidak ada cinta di dunia maya, sebab sesungguhnya yang ada adalah permainan rasa. Permaianan yang mengarahkan pada pengenalan-pengelanan dan perjumpaan-perjumpaan emosi yang disampaikan dalam dan melalui kata, gambar dan suara. Dalam...

INTIMASI EROTIS: CREATIO EX PROFUNDIS, Preface ke “Segala Detikmu” dari Reinald L. Meo

*) Sintus Runesi ‘Samudera raya (tehom) berpanggil-panggilan’ (Mzr 42:8) Nietzsche pernah menulis bahwa ‘kita mulai menyusun suatu pesan/sabda pada titik di mana ketidaktahuan kita bermula, di mana kita tidak mampu melihat lebih jauh lagi.’ Pandangan ini seperti...

Wijaya Kusuma dan Pelampauan Simbol Dalam Novel WKdKNT

*) Yohanes Berchemans Ebang Alex Sobur dalam sebuah analisis semiotik mengutip Roland Barthes yang beranggapan bahwa ketika melakukan bacaan terhadap sastra naratif, Aristoteles dan Todorov cenderung hanya mencari adegan-adegan tertentu atau alur utama saja. Semacam...

Bayang-Bayang Identitas, Catatan Atas Pentas Monolog Menggaris dari Pinggir

*) Gusty Fahik Suatu malam, menjelang akhir April 2017, diawali sajian pembuka berupa musikalisasi puisi yang dibawakan Reisty Baba Nong dan Fernando Leonard Ale, Abdy Keraf mementaskan sebuah monolog dalam kolaborasi dengan Ragil Sukriwul. *** Dari dalam...

Kambing Hitam dan Roman “Kambing dan Hujan”

*) Ezra Tuname Mukadimah Membaca karya sastra adalah membaca realitas yang difiksikan. Di situ, ada usaha manusia untuk menilik, mengurai dan menguasai rutin hidupnya yang rumit. Tabrakan-tabrakan kepentingan dalam hidup seringkali ringsek dan nyaris membuat manusia...

TERKINI

TERPOPULER