Senin, November 20, 2017

OPINI

Sui Generis di Segala Detikmu Karya Reinard L. Meo

*) Yohanes Berchemans Ebang SEGALA DETIKMU Aku mencintaimu dengan segala detikmu Laksana serpihan kaca yang pantulkan aurah senja Kadang keheningan membantuku bermimpi Tentang desiran angin yang menyapu begitu menggoda Mencintaimu adalah anugerah Seindah cawan bening yang hiasi lemari kayu Jauh di lorong...

Sastra NTT sebagai Watchdog

*) Rio Nanto Politik dan sastra memiliki kontribusi dalam peradaban ruang publik. Politik dan sastra sebagai komponen saling berhubungan dalam menulis sejarah dan mengontemplasikannya dalam bahasa estetika. Landasan filosofis ini diangkat dari pemikiran Filsuf Prancis...

MENGULAS KEMESRAAN SASTRA DAN POLITIK

*) Patrisius Haryono Adalah seorang filsuf Yunani kuno Aristoteles yang pernah berujar bahwa manusia pada dasarnya adalah zoon politikon atau makhluk sosial dalam karyanya yang berjudul politik. Sebagai zoon politikon  manusia hadir dan ada bukan...

Lagu Kebebasan untuk Ingkar Diri

*) Fian Roger “Emancipate yourself  from mental slavery, none but ourselves can free our minds“ Marcus Garvey Kutipan di atas diambil dari teks lagu yang menggugah, ciptaan Bob Marley. Lagu  yang meresonansi kesan yang kuat meski kebertubuhan fisiknya...

Perempuan dalam Cerpen Oleng-kemoleng Gerson Poyk

*) Hans Ebang Kata yang terucap. Kemungkinan hilang dibawa angin tetapi yang tertulis pasti akan abadi.Demikian juga sebuah teks sastra yang pernah ditulis.Menarik dari sebuah teks sastra adalah ketika terpublikasi, maka mulai saat itu pengarang...

MONOLOG PAK TUA DAN KRITIK SOSIAL, Catatan Pementasan...

*) Yurgo Purab Peringatan  Sumpah Pemuda 28 Oktober  2016  yang lalu tidak sekadar ritual tahunan  yang tanpa makna. Pasalnya, pada usia yang ke-88 (tahun) ini, orang muda di Maumere  mengadakan berbagai kegiatan untuk mewarnai hari...

Imaji Perlawanan dalam Narasi Realis Liris

*) Elvan De Porres “Tanpa ingatan, tidak ada kebudayaan. Juga tidak akan ada peradaban, masyarakat, dan masa depan.” (Elie Wisel) Elie Wisel boleh jadi benar bahwa ingatan atau memori punya pengaruh kuat bagi derap langkah kebudayaan. Tidak pernah...

Kehilangan Arah Bermula dari Lupa

*) Mikael M. Soge Kehilangan arah berarti pernah punya arah. Sebuah bangsa diketahui kehilangan arah dari fakta sosial, politik, ekonomi dan kebudayaannya. Demo sebagai ekspresi kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum tidak pernah dibenarkan ketika...

PARA PENYEMBAH KURSI, Catatan Sangat Pendek dari Pentas Merdeka Belum Merdeka (?) Teater Aletheia-Ledalero

*) Gusty Fahik Akhir Oktober 2016, sehari setelah seantero negeri mengenang Sumpah Pemuda, saya berkesempatan menonton aksi panggung berjudul Merdeka Belum Merdeka (?) yang dipentaskan oleh Kelompok Teater Aletheia Ledalero. Ini merupakan kali kedua Kelompok...

Membangun Bangsa Lewat Puisi

*) Ezra Tuname Bertanah air satu, tanah air Indonesia Berbangsa satu, bangsa Indonesia Berbahasa satu, bahasa Indonesia Itulah puisi pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Puisi itu mengalir dalam darah dan melekat dalam daging. Sejak itu, puisi itu...

TERKINI

TERPOPULER