*) Ezra Tuname Bagi publik sastra NTT, Yohanes Sehandi adalah nama yang tak asing. Terdapat banyak ulasan sastranya di berbagai media. Ia pernah menulis sebuah apresiasi atas karya  Santisima Gama, Antologi Puisi “Virgin, di Manakah...

*) Asrul Sanie Sudah biasa, para sopir truk datang ke sebuah kedai untuk singgah makan atau sekadar minum. Ini sudah larut malam, hampir pagi malah, namun mulai ramai. Kopi, susu, kopi-susu, jahe-susu, atau teh-susu menjadi...

*) Eni NN Tujuan Terang selepas Menjejak di Bumi Selepas senyum yang menghilang lantas timbul kembali Dia beranjak pergi bersama ransel berisikan beban-beban duka Jua bara semangat dari-Nya Di satu lengan, detak waktu terus membuntuti langkahnya yang tak pongah Tujuan...

  Sayur adalah makanan yang sehat, mengonsumsi sayur akan membuat badan menjadi sehat. Begitu pula dengan kata, mengonsumsi kata-kata yang baik dan sehat akan membuat jiwa kita menjadi sehat. Semangkuk Sayur Tiga Warna berisi tiga jenis...

*) Retha Janu TUBUH GERIMIS Mengapa gerimis tidak pesimis? Ceritakanlah : Ibu bercerita tentang sebutir gerimis Menepi, menepis waktu di kilometer empat Ibu bilang tubuh gerimis adalah suci Luruh perlahan, lambat-lambat pelan sebelum lebat “Tidakah itu baik?”, tanya ibu padaku Tubuh gerimis...

*) Muhamad Kusuma Gotansyah Terompet yang kumainkan basah akan keringat dari kedua telapak tanganku. Wajahku, leherku, dan tengkukku pun basah akan keringat. Kemeja yang kukenakan juga basah dan lengket pada tubuhku. Namun bibirku tetap meniup...

*) Vinsent Mario Atawolo EPHIGENIUM Lights will guide your home and ignite your bones (Fix you, Coldplay) (I) Berdiri di jalanan. Ia saksikan tubuhnya yang tumbuhan berkelindan di udara menembus semesta yang tak kenal nasib tak kenal lelah tak kenal...

*) Mirna Alfiani Seorang lelaki tampan berdasi kupu-kupu menyambut kehadiranku di depan kafe sore itu. Dengan sopan dan ramah, lelaki dalam balutan busana hitam putih itu mengucapkan selamat datang, lalu membukakan pintu kaca kafe tersebut...

*) Jefry Seran Tahuk OASE Debur kemarau berteriak sepanjang musim Gelora terik panas berombak Memecah sunyi hati bermukim Tempat kata berziarah Temu mata jiwa berserah Oh, sunyi Kembalilah Kembalilah setelah gurun badai tandus berlalu Riak rindu terkubur dalam haru Tentang asa mengalir tak tentu Waktu begitu...

*) Novy Eko Permono Bocah Tanah Merah Ku lihat seorang bocah alisnya berurat di kelopak mata Pada cuaca yang ditelan gelap si bocah terus berjalan menatap burung merak mengikuti dengan mata yang terus bergerak sesekali menghela napas, memejamkan mata sesaat. serumpun pohon...