*) Ferry Fansuri Pemulung Kesedihan Apakah itu kebahagian? Kau tak dapat merasakannnya Semua tak sama dan semu Tiap zaman memiliki kadar bahagianya sendiri-sendiri Perihal itu bisa kau temukan itu dipojok kota itu Berserakan tercecer Kita adalah pemulung kesedihan Memunguti sisa-sisa kejayaan Menampung airmata kesepian Menyimpan...

*) Yohanes Berchemans Ebang Media Pewarta Teknologi Informasi Indonesia (MPTII, 2013), melaporkan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut, 95% menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Menurut Selamatta Sembiring, (MPTII,...

*) Joan Udu KIDUNG MEMPELAI  —untuk sepasang mempelai: kakak Olyyen dan kakak Willy  Kidung 1: Kita seperti sepasang burung gereja, selalu berkisar di satu ranting cemara. Tuhan mempertemukan kita di waktu yang tepat—agar kita semakin tahu bagaimana menaruh janji pada keabadian, dan menyusunnya...

*) Gust Kn KELIMUTU pada liku bukitmu kau ramah menyambutku dalam desir angin kau hembuskan selarik syair ke lubuk batin lewat merdu kicau burungmu kau halaukan galauku. O Kelimutu! kau kuatkan keyakinanku; kasih Tuhan sempurna sepanjang waktu. Gunung Kelimutu, Agustus 2016 PANTAI KOKA —haiku di biru lautmu kutebarkan...

*) Gregoriana S. Kedang Hari terus berganti. Waktu kian mendewasakan dan menguatkan aku. Di setiap putarannya, bumi giat menawarkan cerita-cerita baru. Hari ini, 15 Juni 2014 sebuah pesta digelar sebagai bentuk perayaan syukur atas panca windu...

*) Yandris Tolan Desiran angin gunung bertaburan awan kelam menyita arah pandanganku. Lekukan langit yang sedang merinding desah dinginnya angin Februari seakan menyimpan ribuan rasa hati yang kusembunyikan. Ibarat mimpi jadi kenyataan, itulah sepenggal kisah...

*) Yayasan Hari Puisi Indonesia Dalam perjalanan sejarah kesusastraan Indonesia, belum ada satu buku pun yang memuat khusus biodata ringkas para penyair Indonesia. Kita memang mengenal beberapa buku sejenis, sebagaimana yang disusun Pamusuk Eneste (Gramedia,...

*) Sintus Runesi ‘Samudera raya (tehom) berpanggil-panggilan’ (Mzr 42:8) Nietzsche pernah menulis bahwa ‘kita mulai menyusun suatu pesan/sabda pada titik di mana ketidaktahuan kita bermula, di mana kita tidak mampu melihat lebih jauh lagi.’ Pandangan ini seperti...

*) Fitri Wolos Kamu (AbCD) Kepenuhan hatiku Adalah Keberadaan dirimu Pengorbanan Cinta kita Bahkan mampu Membagi sebulir nasi Untuk berdua Aku Pada Kamu atau Sebaliknya Aku Melihat aku Menjelma kamu Di dalam Matamu Tanpa paksaan Kamu Bertanya Dimana kamu Pada mataku Kamu Ibarat iris mataku. Warnanya Bersumber Dari kamu Aku pada kamu Atau sebaliknya Kita...

*) Rin Ismi Kota Tanpa Huruf H Kita pernah tidur saat bermimpi atau bermimpi saat tidur ijab kabul-kawin-beranak pinak membangun kota dari kata kata kata kata katamu adalah anak kita tapi tak kutemukan huruf H di sana Kucari H di jalan,...