Sabtu, Juli 22, 2017

*) Gregoriana S. Kedang Hari terus berganti. Waktu kian mendewasakan dan menguatkan aku. Di setiap putarannya, bumi giat menawarkan cerita-cerita baru. Hari ini, 15 Juni 2014 sebuah pesta digelar sebagai bentuk perayaan syukur atas panca windu...

*) Yandris Tolan Desiran angin gunung bertaburan awan kelam menyita arah pandanganku. Lekukan langit yang sedang merinding desah dinginnya angin Februari seakan menyimpan ribuan rasa hati yang kusembunyikan. Ibarat mimpi jadi kenyataan, itulah sepenggal kisah...

*) Yayasan Hari Puisi Indonesia Dalam perjalanan sejarah kesusastraan Indonesia, belum ada satu buku pun yang memuat khusus biodata ringkas para penyair Indonesia. Kita memang mengenal beberapa buku sejenis, sebagaimana yang disusun Pamusuk Eneste (Gramedia,...

*) Sintus Runesi ‘Samudera raya (tehom) berpanggil-panggilan’ (Mzr 42:8) Nietzsche pernah menulis bahwa ‘kita mulai menyusun suatu pesan/sabda pada titik di mana ketidaktahuan kita bermula, di mana kita tidak mampu melihat lebih jauh lagi.’ Pandangan ini seperti...

*) Fitri Wolos Kamu (AbCD) Kepenuhan hatiku Adalah Keberadaan dirimu Pengorbanan Cinta kita Bahkan mampu Membagi sebulir nasi Untuk berdua Aku Pada Kamu atau Sebaliknya Aku Melihat aku Menjelma kamu Di dalam Matamu Tanpa paksaan Kamu Bertanya Dimana kamu Pada mataku Kamu Ibarat iris mataku. Warnanya Bersumber Dari kamu Aku pada kamu Atau sebaliknya Kita...

*) Rin Ismi Kota Tanpa Huruf H Kita pernah tidur saat bermimpi atau bermimpi saat tidur ijab kabul-kawin-beranak pinak membangun kota dari kata kata kata kata katamu adalah anak kita tapi tak kutemukan huruf H di sana Kucari H di jalan,...

*) Ezra Tuname Siang menawarkan pemandangan yang indah. Pagi terlampau berkabut sehingga hamaparan sawah indah luput dari perhatian mata. Tebing-tebing menawan dan bergitu congkak terlihat dari lembah. Jalanan beraspal menuju perbukitan. Sesekali dijumpai aspal-aspal pecah. Jalan...

*) Husein Heikal Perplexed pagi masih terlalu premature untuk menjerang air mata kutukan kelam belum usai menyantap usia dan mata kita untuk turut berduka teroksidasi ingatan menyusupi celah-celah diri rongga yang tak terjamah pasukan penjelajah menyantap rimah seusai pesta bayi tertawa jenaka menatap dunia mata fana Membakar Masa Lalu memeras masa...

*) Daniel Meni Sembah Pagi Setelah nyenyak belaianMu masih menenangkan hingga pagi menghenyak. Dalam sembab kutitip syukur tuntun aku hingga petang menjemput bahkan ketika mata kembali mengatup. Lewa, 07/062017 Sembah Malam Kutitipkan syair syukur lewat angin yang berhembus di padang penggembala memuja hari dan sabdaMu dititahkan kepada meraka gembalaan. Pekatnya...

*) Margareth Febhy Irene "KAKAK PEREMPUANKU (Kepada; Puisi Sore) Kita hampir tak lagi saling menyukai. Pada kata dan coretan yg coba diabadikan masa. Kita seperti dua orang asing yang kian enggan bicara apalagi berkomentar banyak. Seperti dua kertas terpisah...