Selasa, Juni 27, 2017

*) Redem Kono “Orang NTT di Panggung Sastra”, demikian judul tulisan dari Yohanes Sehandi, Dosen dari Universitas Flores, Ende di rubrik opini Pos Kupang, 22 Juli 2016. Dalam catatannya, Yohanes Sehandi (selanjutnya, YS) menyimpulkan: “Orang...

*) Amonius Wattson Hamsah SENYAP DALAM DERITA Karena sepi, kau beradu pada pekatnya malam. Kau gaduh seperti gemuruh menghojat nista. Entah kelam apa yang kau lihat di langit pucat-pasi sehabis mendung yang terbawa gerimisnya hujan. Ah, jika saja kau punya satu...

Salam Sastra. Pertama-tama, kami atas nama panitia Antologi Penyair NTT, memohon maaf yang sebesar-besarnya karena keterlambatan pengumuman ini. Kami juga mau memberitahukan bahwa dari 103 peserta yang mengirimkan puisi, akhirnya kami mendapatkan hasil dari para...

“Seni membuat orang peka dan menyadari ketidakberesan dalam hidupnya. Seni bisa membuat setiap orang memberontak dan melawan sesuatu yang menindas”- Saut Situmorang Setiap penyair yang dikenal dalam dunia sastra Indonesia memiliki keunikan. Keunikan itu dapat...

DEPOK-Sastra harus memperjuangkan kemanusiaan universal. Hal itulah yang diyakini dan diperjuangkan salah satu sastrawan Indonesia Gerson Poyk. Tidak putus-putusnya, Gerson menulis untuk memuliakan kemanusiaan. “Sastrawan harus percaya diri mengumumkan karya-karyanya yang baik. Bahwa sastrawan harus...

*) Kocha Bani DI MALAM ITU Kopi, Sisa minum sore tadi Sekali lagi  diteguk Kini tinggal ampas Raga berdiam diri Angin mencolek rasa Angan mencari untuk menepi Di malam itu Malam pekat Sementara gelap Malam mengundang tamu Tamu yang tak di undang Di malam itu Ledalero, Mei 2016 PILU PAK...

*) Ansgarius Ratno MUSIM Di Negara kita hanya ada dua musim. Musim panas dan musim hujan. Musim panas itu saat kau bikinkan kita sepiring penuh canda tawa mesra. Yang Lalu akan kita habiskan saat musim penghujan tiba, Dengan...

*) Francis Lamanepa PERIH RAHIM LUKA SEMESTA Kepada Yang Kalap Gemuruhmu malam ini membatu Dan aku tidak melihat; memang! Tapi nadiku menjerit Tabung adrenalinku kejut Meleleh tumpah genangi Kemih Mestinya pesing saji sejati Itu amis membangkis maha peri Apa itu rindu yang kau dekap? Kau...

*) John Tampani DI TEPI KENANGAN Di tepian kenangan adalah sembilu menyingkap pilu Di tepian kenangan pada titian semu ada sebongkah kasih mengaram tajam Terhempas di derunya ombak Cukup. Ini suratan ilahi! Betun, 2016 IN MEMORIAM : Untuk Icha Sesering aku mengais wajahmu Pada gelap...

Sajak-Sajak kepada Yuyun IBU, AKU INGIN *) Putra Niron Ibu, Aku ingin pulang, kemana saja. Asalkan jangan ke mereka. Ibu, aku ingin cepat sampai rumah, lalu akan kulagukan kisah pahitku. Saat pakaianku dikoyak, dan ratusan tikaman membunuh ratusan mimpiku yang pernah kuceritakan padamu. Saat nafasku...