Senin, Juli 16, 2018

HEADLINE

MENOLAK ADORNO, MENERIMA RORTY, Catatan Untuk Yohanes Sehandi

*) Redem Kono “Orang NTT di Panggung Sastra”, demikian judul tulisan dari Yohanes Sehandi, Dosen dari Universitas Flores, Ende di rubrik opini Pos Kupang, 22 Juli 2016. Dalam catatannya, Yohanes Sehandi (selanjutnya, YS) menyimpulkan: “Orang...

MASIH IA BERPACU, Sajak-Sajak Amonius Wattson Hamsah

*) Amonius Wattson Hamsah SENYAP DALAM DERITA Karena sepi, kau beradu pada pekatnya malam. Kau gaduh seperti gemuruh menghojat nista. Entah kelam apa yang kau lihat di langit pucat-pasi sehabis mendung yang terbawa gerimisnya hujan. Ah, jika saja kau punya satu...

Seni Mengajak Kau Berpikir, Bukan Menghibur

“Seni membuat orang peka dan menyadari ketidakberesan dalam hidupnya. Seni bisa membuat setiap orang memberontak dan melawan sesuatu yang menindas”- Saut Situmorang Setiap penyair yang dikenal dalam dunia sastra Indonesia memiliki keunikan. Keunikan itu dapat...

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI “ANTOLOGI PENYAIR NTT 2016”

Salam Sastra. Pertama-tama, kami atas nama panitia Antologi Penyair NTT, memohon maaf yang sebesar-besarnya karena keterlambatan pengumuman ini. Kami juga mau memberitahukan bahwa dari 103 peserta yang mengirimkan puisi, akhirnya kami mendapatkan hasil dari para...

RINDU UNTUK GURU, SANG GURU “AKU” Sajak-Sajak Rini Temala dan Fitri Wolos

RINDU UNTUK GURU :Teruntuk Bpk. Yos Mami Rini Temala Mengekalkan namamu dalam puisi Memberi makna dari sehimpun kata Tak ada rindu memperkaya diri Adalah niat mencerdaskan bangsa Melewati malam sedalam rasa... Ada yang salah dalam bertindak? Menjemput pagi dengan cinta di ujung jari... Hari...

“Kondisi yang Membuat Saya Jadi Seniman. Lebih Kuat Daripada Hemingway….” Sebuah Wawancara Dengan Gerson...

DEPOK-Sastra harus memperjuangkan kemanusiaan universal. Hal itulah yang diyakini dan diperjuangkan salah satu sastrawan Indonesia Gerson Poyk. Tidak putus-putusnya, Gerson menulis untuk memuliakan kemanusiaan. “Sastrawan harus percaya diri mengumumkan karya-karyanya yang baik. Bahwa sastrawan harus...

DI MALAM ITU, PILU PAK TUA, Antologi Puisi Kocha Bani

*) Kocha Bani DI MALAM ITU Kopi, Sisa minum sore tadi Sekali lagi  diteguk Kini tinggal ampas Raga berdiam diri Angin mencolek rasa Angan mencari untuk menepi Di malam itu Malam pekat Sementara gelap Malam mengundang tamu Tamu yang tak di undang Di malam itu Ledalero, Mei 2016 PILU PAK...

DI TEPI KENANGAN, PAGI YANG LUKA, Sajak-Sajak John Tampani

*) John Tampani DI TEPI KENANGAN Di tepian kenangan adalah sembilu menyingkap pilu Di tepian kenangan pada titian semu ada sebongkah kasih mengaram tajam Terhempas di derunya ombak Cukup. Ini suratan ilahi! Betun, 2016 IN MEMORIAM : Untuk Icha Sesering aku mengais wajahmu Pada gelap...

DARI BALIK JUBAH; Kebebasan Jiwa Penyair di Ruang Publik

*) Yohanes Berchemans Ebang Pengantar Buku Puisi Dari Balik Jubah merupakan kumpulan pusi tiga orang pennyair yakni Al Tandirassing, Ardyanto Allolayuk dan Flafiani Jehalu. Dua nama pertama merupakan frater (calon imam katolik) tinggal di Seminarium Anging...

LAUT, SENJA DAN RINDU, Kisah Sityi M. Qori’ah

*) Sityi M. Qori'ah Sejak sembilan bulan lalu, temanku adalah laut dan senja selain gunung dan daratan. Sebenarnya, aku tidak bisa menikmati keindahan bawah laut dengan senja yang mengatapinya, karena aku tak pandai menyelam kedalamannya....

TERKINI

TERPOPULER