*) Ujang Wardani Wanita tua itu hanya meratapi lalu lalang orang-orang dari jendela di gubuk reyot miliknya. Dia meremas gorden lusuh dengan lemas. Menggeleng. Pandangannya pun menyilau dikala cairan bening  mulai menyesaki mata. Pekerjaannya sebagai...

*) Rini Jurman Mama, Aku Rindu Melodi asmara dalam kata tenangkan jiwa Mengiring raga ke alam mimpi Senandung rindu mengharu biru merasuk sukma Semua kisah tentangmu Masih tergambar jelas dalam memoriku Tubuh kaku berbalut busana putih Terbaring membisu tanpa bersua Suara...

*) Nurlaeli Umar “Kalau ingin lancar kamu harus memakai jasa penunggu periuk.” “Tapi sudah ada panitia. Kemarin sudah tiga kali rapat, semua sudah  dibagi tugasnya.” “Biasanya panitia lebih ingin terlihat memakai seragam.Belum lagi mereka juga ingin melihat...

*) Fransisikus Emilius D. Kadju TERBENAM DI  PINGGIR SUBUH :Intan Olivia (korban bom bunuh diri di Samarinda, minggu 3/11/16) Begitu cepat mentarimu berbenam wajah Padahal hari baru masih merangkak di tepian subuh Ibu pun baru saja bertelut dalam Laudes Sedang...

*) Mikhael Wora BAYANGAN LIAR Kesekian kalinya ia merayap pada dinding kamar Hendak kabur membawa sekantong asa dari ranjangku Kali ini gagal Tertangkap remah-remah cahaya lilin putih Kuingin ia menjerit sakit dalam anyaman duri terbelit Dirajam tajamnya tikaman bilah-bilah tombak Dan dibakar...

*) Erwin Kamil Nawa mematutkan wajah di cermin, lalu melirik foto yang ia pegang. Berkaca lagi, melirik foto itu lagi. Begitu terus-menerus sampai kepalanya pusing. "Kami mirip." Gadis kecil itu bergumam. Wulan, ibunya, sangat sayang padanya....

*) Rositi Piring dan gelas kembali pecah. Sofa yang berdiri menggunakan keempat kakinya juga menjadi tertidur pulas meski sempat harus mengalami paksaan. Aku hanya diam menunduk, meremas tangan di depan perut, masih bertahan dalam kesibukan...

*) Ezra Tuname Kepala Pada kepalaku ada bongkahan batu Setiap panah konsep patah dan bernanah Tetapi aku hanyalah sebatang bulu ayam Terbawa angin dan terhempas tiupan Tak bisa jadi rekan di erat genggaman Lalu jadi senyawa yang mencerahkan dunia Seandainya embun...

*) Hiro El Rizal MEMO GERIMIS I Bersama tarian gerimis Mari menepi Menampi cerita yang belum usai Dari sisa-sisa perjalanan yang  sudah Busa yang menyeka bibir adalah letup paling nyaring Antara riak-riak juang Menggamit asa di biru lazuardi Tapak… Bagaimana melukis peluh, deru...

*) Endang Indri Astuti Landung Landung, jarak antara kematian dan hidup hanya sejengkal saja Kau tak pernah tahu kapan senja datang dan tak mau kembali Diantara derap langkahmu yang ringkih Kau simpan sisasisa duka semalam Padanya kau bercerita tentang hidup...