*) Muhamad Kusuma Gotansyah Terompet yang kumainkan basah akan keringat dari kedua telapak tanganku. Wajahku, leherku, dan tengkukku pun basah akan keringat. Kemeja yang kukenakan juga basah dan lengket pada tubuhku. Namun bibirku tetap meniup...

*) Ken Hanggara Saya terbang dan membawa seikat kado berisi bayi perempuan. Segar, mungil, dan suci. Malaikat menitipkan bayi itu dan menyuruh saya terbang ke seluruh negeri. Sebagai imbalan, saya boleh makan gula-gula yang terdampar...

*) Julia Daniel Kotan MELIUK DALAM DERIT Utuh datangnya ke kota Memoles merah bibir lugu berdebu Lipstik menebalkan aura sensual Mengundang decak manja dalam lenguh Melangkah serba salah Tak dibuat undang resah pemuda Basah keringat mengucur Melihat gadis bau kencur Penuh lulur bak bubur Tanpa...

*) Wilya Rahma Aku masih saja berdiri. Berdiri di sini tanpa harapan yang pasti. Harapan yang kuinginkan sejak lama. Harapan itu yang membuatku gila seperti ini. Terus berdiri dan berdiri. Meski beberapa orang sering mencaci....

*) Muhammad de Putra Kutangisi Senja mencari jalan buntu untuk mati. tergeletak di antara judul-judul puisi. meneriaki kata-kata yang terlumpah di senja dengan bahasa basi. langit yang bisu menyumpah serapahkan air mata. ingin kubunuh langit dan awan yang berkembang...

*) Kocha Bani LALU Rinduku bersinar tak bertepi malam ini Kau tahu, Pada ujung rasa yang kau petik dariku Kenangan seolah masih mencerca tapakku Mengiris Bila ada bayangmu berkunjung Tak apalah Surga masih memandangku Sebagai madu...

*) Ezra Tuname Menghitung Waktu Yang Lambat pada detik yang berjalan lengang, para perempuan desa terlampau sibuk mencari serangga pada perempuan lain. di sisi yang lain, para tetua menahan air yang mengalir deras di sisi...

*) Rini Jurman Secuil Harapku Seperti senja yang gelisah Sepi kembali menghujat rindu Lahirkan guratan perih di hati Akupun bertanya Masih adakah seraut rindu Dalam genggaman tanganmu yang mulai renta? Surabaya, 18 Juli 2016 Rindu Tak Berujung Semilir angin malam kembali menyapa Sunyi dan...

*) Ken Hanggara Bertha sering memberiku tumpangan, tetapi aku tidak pernah tahu di mana rumah gadis itu. Ia hanya bilang, "Di suatu tempat yang tidak pernah kamu pikirkan." Tentunya aku semakin penasaran, apalagi sering saat...

Dingin *) Patricia Pramesvari Mijarsa Sedari pagi hujan turun tiada henti Saat senja tiba… Berhembus angin merasuki hingga tulang sum- sumku Saatku menoleh ke belakang Kulihat seekor kupu-kupu Tak henti –henti dihisapnya serbuk sari Terhentak aku ketika kulihat langit Kegelapan mewarnai angkasa Kurasakan derasnya...