Sabtu, Mei 26, 2018

HEADLINE

Tatkala “Perahu” Cinta Chairil Anwar, Gagal “Berlabuh” di “Pelabuhan” Hati Sri Ajati

*) Inosentius Mansur Chairil Anwar. Ya nama itu mengusik lagi. Lewat karya-karyanya, saya “cukup akrab” dengan seniman komplet, pelopor angkatan ’45 ini. Saya mengagumi Chairil, sebagai seorang penyair heroik. Dengan kata dan baris-baris syair,...

SENANDUNG WELA RUNU, Cerpen Rio Nanto

*) Rio Nanto Di suatu hening pada ujung malam, Ayah mengukir angan pada setangkai rembulan. Waktu itu aku masih menulis mimpi pada diary rasa tentang suatu mahligai rumah tangga. Lalu ayah berpaling padaku dengan seutas...

MARAH BERDARAH, Puisi-Puisi Hardy Sungkang

*) Hardy Sungkang Sang Pemilih Di antara kalian siapa yang berkuasa Antara langit dan bumi, siapa yang lebih indah Biar kalian tahu bulan selalu tersenyum menelan siapa pemilih di antara kalian. Bumi telah ditelanjangi oleh udara dan air Api pun...

TIGA BOTOL SEPI, SECANGKIR TEH, Puisi-Puisi Yandri Kapestrano Saima

*) Yandri Kapestrano Saima TIGA BOTOL SEPI Ia tenggak tiga botol sepi saat mereka santai-santai di bawah lantai sebuah kata pengantar sebelum botol pertama: “Seteguk untuk Musa Seteguk untuk Elia Seteguk untukku Ceguk! Ceguk! Perjanjian Lama!” Tandas! menyusul kata pengantar untuk botol kedua: “Seteguk untuk Bapa Seteguk untuk Putra Seteguk...

PENJAHIT HATI ORATORI, Sajak-Sajak Bataona Noce

*) Bataona Noce Penjahit Hati di Oratori ;buat Pastor Carbonell, SDB Dijahitnya jiwa-jiwa muda, dibetuli menjadi hati yang layak di surga kelak. Pernah dibantahi aku, “Kitalah penjahit itu….” Di Oratori kami sama menjahit kain yang indah. Buat Tuhan. Pendirianku tetap, dialah penjahit...

GELISAH, Sajak-Sajak Mikhael Wora

*) Mikhael Wora ANDAI KAU TAHU Andai kau tahu Ada seberkas rasa yang tak sempat diucap kata Ada setumpuk asa yang tak mungkin kau baca Terselimut hangat ditutup rapat tak bercelah Oleh kabut gelap pekat menutupi jiwa pemuja Andai kau tahu Embun...

SEPASANG KEKASIH DI BALON UAP, Cerpen Seto Permada

*) Seto Permada “Lima belas menit lagi kita akan terbang, Daisy,” seorang pria yang mengenakan sweter tebal bulu domba warna abu-abu memerhatikan arloji di lengan kirinya. Berdetak mundur. “Ini benar-benar keterlaluan, Pap. Empat jam bukan waktu...

MATA HATI MATI, Sajak-Sajak Dedi Lolan

*) Dedi Lolan Sajak mas Darwin Kotaku Beton-beton Jembatan laying Gerbong  kereta Becak dan ontel Sumur kering Kali kering Selokan kering Gedung pancoran Hotel berkolam Jalanan sesak Pelancong Pemodal Pelajar Pribumi Pengamen Pengemis Pemulung Perut…perut…perut Pertempuran satu jagat Makan malam di piring juara Jogja, 08 Mei 2016 Mata Hati Mati Kau tahu berapa kali aku memaki gravitasi dalam...

HAUL MASYAIKH JUNGLORONG KELIMA, Puisi-Puisi Moh. Ghufron Cholid

*) Moh. Ghufron Cholid KEPADA YANG KELAK JADI TULANG RUSUK mengembara, aku mengakrabi waktu melacak adamu melintasi tanah, melintasi laut dan awan pengembaraan, mengenalimu tak usai. Takkan pernah usai ada yang kerap bertarung buatku linglung dan linglung tersungkur aku pada sajadah kurajam resah aku sepenuh...

JALAN PULANG, Puisi-Puisi Emild Franck

*) Emild Franck TAK LAGI BERSAMA Aku tahu bahwa sekaranglah saatnya kita berpisah Bukan karena kau tak lagi berdiam dalam gubuk hatiku Bukan pula karena aku yang sudah menghapus sumpah kita di bawah rinai hujan untuk tetap bersama dalam...

TERKINI

TERPOPULER