Sabtu, Mei 26, 2018

HEADLINE

Puisi-Puisi Yoseph Freinademetz Raden

*) Yoseph Freinademetz Raden Siang di Pantai Mata ku dijerat bakau Yang merangas pada mentari Mengapi dan terik Kemudian mengakar pada karang Bintang-bintang di laut berkedip  Laut biru  jadi melangit Seperti di satu malam aku memandang luna Menunggu kejora mengabulkan doa Saat...

RUMAH DI INGATAN KECIL ANGGIH, Cerpen Dwi Rahmi Wahyuningsih

*) Dwi Rahmi Wahyuningsih Di kotak ingatan yang tak seberapa luas, suatu kali muncul kenangan tentang sebuah ruang sempit di kepala Anggih. Di sana, ada tiga kursi kayu dengan dudukan terbuat dari penjalin. Ia berdiri...

KACA-KACA RETAK, Puisi-puisi Putra Niron

*) Putra Niron Kaca-Kaca Retak Marilah kita berdiri Pada kaca ini Di sana kita akan bertemu banyak retakan wajah. Wajah-wajah kita penuh retakan. Kita akan berjumpa dengan mata kita sendiri. Akan melihat telinga kita sendiri. Marilah kita bersimpuh Pada kaca ini Di sana kita...

Puisi-Puisi Yuditeha

*) Yuditeha Puisi Peduli : untuk terkasih perempuan-perempuan Tidak mudah melumpuhkan hatimu meski dengan puisi darah sekalipun. Bahkan kau selalu mencibir pada puisi romantis yang kubuat. Ngawur, adalah kata kesukaanmu untuk mengatai isi puisi-puisiku. Dangkal, adalah kata ajianmu untuk menilai seberapa mutu argumenku. Keras kepala...

ANGKRINGAN PAK TUA, Sajak-Sajak Aldus Wae

*) Aldus Wae GADIS DALAM MIMPI Ku pandang langit-langit bertabur bintang Ditemani selimut Bantal guling merintih Kasur manjakan lelahnya raga Terlelap dalam mimpi Gadis masih berlayar Terjaga Ternyata Merindu gadis dalam mimpi AGKRINGAN PAK TUA Gerimis basahi kota Setiap sudut perahu mati sajikan rasa Berteduh dalam kesederhanaan Secangkir...

LUKA DI COQUEIROS, Puisi-Puisi Shabrina Ws

*) Shabrina Ws Lasiana Menunggumu di Lasiana bersama segelas tuak  yang kusadap dari batang lontar kembalilah, sebab sejak kau datang dan pergi lagi ada separuh hati yang juga turut pergi Pink Beach Pernah kuterima sebotol pasir merah muda katamu, setiap butirnya adalah rindu bagiku, setiap...

KALIMAT TERAKHIR, Sajak-Sajak Geb Seran

*) Geb Seran Kisah Kampus IKIP Budi Utomo Malang Selalu di gerbang yang sama kami mengambang Sudah tua retak sana sini pagar dindingnya Pada pagar dindingnya tergambar jelas, bekas tapak kaki dan tangan yang menghantam Disanalah tempat kami bersama merakit harapan Pada...

AKU MENJAHIT UNTUKKU, Sajak-Sajak Dedi Lolan

*) Dedi Lolan AKU MENJAHIT UNTUKKU Sekarang saatnya aku pergi Melangkah sedikit lebih jauh Untuk bisa tahu di depan sana Aku pergi sekarang, Bu Senyumlah sedikit untukku Agar aku menjadi bisa Kemudian mampu membuatmu senyum lagi Aku pergi merenda kapas jadi benang Hingga kujahit...

RINDU, Sajak-Sajak Riny Jurman

*) Riny Jurman RINDU Tenggelam aku dalam lamunan Saat mata menatap pada sudut dinding Rindu kembali menyesak Pada hati yang membungkus luka Rindu ini menggerogoti jiwa Aku bertanya pada malam Yang membawa aku pada rindu itu Apakah desah ini masih...

MANUSKRIP KEMATIAN, Sajak-Sajak Al-Fian Dippahatang

*) Al-Fian Dippahatang Manuskrip Kematian Langit tak pernah kekurangan cahaya. Kita perlu belajar dari ketegarannya saat kita larut dan gelap memahami kehilangan. Kehilangan datang, karena dunia bukan tempat mengabdi kepada abadi. Kita adalah cahaya untuk ia yang telah pergi. —Seseorang belajar bahasa...

TERKINI

TERPOPULER