*) Febhy Irene “SESEPI PAGI (kita & masih Rindu) Anak pagi sudah kembali pulang Kelahirannya lagi-lagi merenggut jiwa sang pujangga Pada desiran ombak yang masih berembun ia tersenyum Menepis sepi pada tepian yang mesrah Sayang, Gelisahku tenggelam terenggut harapan Semerbak harum tubuhmu...

*) Daisy Wu Beruk terjaga. Ia mengerjap. Sekitarnya lengang. “Ah, kau kesiangan!” seru sebuah suara. Beruk menoleh, ada sebuah bayangan di jendela kaca. Bayangan itu tampak mirip dengannya, hanya saja tampak lebih rapi dengan setelan...

*) Ezra Tuname Kupu-Kupu Cepi Watu Siang hilang Tampak lengang Hanya amuk di pantai Saat laut mencubit bebatuan Kupu-kupu Cepi Watu Malam berebut waktu Menggerayang riuh keruh lampu Tak riang mereka Hanya mencari dahan Menaruh rantang Saat ada yang Hilang inang Borong, 2016 Nyamuk Subuh Nyamuk di lingkar kepala Subuh saat...

*) Inosentius Mansur Chairil Anwar. Ya nama itu mengusik lagi. Lewat karya-karyanya, saya “cukup akrab” dengan seniman komplet, pelopor angkatan ’45 ini. Saya mengagumi Chairil, sebagai seorang penyair heroik. Dengan kata dan baris-baris syair,...

*) Senja Embara Kita adalah manusia. Semua tahu itu dan kuharap untuk tidak membaca delusi yang saya kisahkan kecuali jika menghendaki luka di isi tempurung kepala Anda. *** Genang anyir menghitam itu akhirnya membuat pria berkepala empatyang...

*) Febhy Irene “Sapu Sabtu pagi aku tidak kembali pulang Sang aku sedang malas-malasnya merenung Mama kata aku si gadis ngantuk Benar sungguh aku hampir terantuk Sapu Di pojok...

HATI *) PIJ Evarista Jika hati sejernih air, jangan biarkan ia keruh. Jika hati seperti awan, jangan biarkan ia mendung. Jika hati seindah pelangi, hiasilah dengan iman dan kasih. Jika hati iman sekuat wadas, jangan biarkan musuh jiwamu memasukinya. Latepost, 28 Mei 2016 HENING *) Hairul Angin...

*) Fitri Wolos Mawar Memar Ingin kucakar,                                     Akar yang mekar, Pada malam yang mengambil mawar, Tak dapat tegar, Karena kekar telah terbakar. Selalu hadir tanpa nalar, Merayu dibalik gelap, Bersua dalam bisu syair, Hujan berbentur terik, Karena tak acuh pada siang, Dan merdu dalam...

*) Dedi Lolan AKU MENJAHIT UNTUKKU Sekarang saatnya aku pergi Melangkah sedikit lebih jauh Untuk bisa tahu di depan sana Aku pergi sekarang, Bu Senyumlah sedikit untukku Agar aku menjadi bisa Kemudian mampu membuatmu senyum lagi Aku pergi merenda kapas jadi benang Hingga kujahit...

*) Vinsent Mario Atawolo EPHIGENIUM Lights will guide your home and ignite your bones (Fix you, Coldplay) (I) Berdiri di jalanan. Ia saksikan tubuhnya yang tumbuhan berkelindan di udara menembus semesta yang tak kenal nasib tak kenal lelah tak kenal...