*) Febhy Irene “ANTONIO Hujan kemarin menyisakan tawa Aku tak ingin lebih dalam Tiang-tiang perih menusuk perlahan Rerumputan kata mulai menangis Tangisannya terdengar Lambaian dedauanan meminta pertolongan Bagai nurjana di atas atap yang masih merah Cairan hitam datang melebur seperti Kristal Berhenti!! Sepintas...

*) Cerpen Riny Jurman Panas matahari menyengat, membakar kulit mulus nan mungil itu. Tangan mungil pun jadi payung untuk menutupi dahi yang mengkerut diterpa bias dari ufuk timur. Dengan langkah penuh semangat antara lapar dan...

*) Gina Utami Bismillah, Perkenalkan, lalu perkenankan… Kuawali perkenalan ini dengan salam terhangat yang kutitip lewat dinginnya kota Bandung saat ini. Dapatkah? Menitipkan kehangatan lewat kedinginan? Menurutku dapat. Silahkan setuju saja. Sebelum menulis perkenalan ini, aku berpikir...

*) Dedi Lolan AKU MENJAHIT UNTUKKU Sekarang saatnya aku pergi Melangkah sedikit lebih jauh Untuk bisa tahu di depan sana Aku pergi sekarang, Bu Senyumlah sedikit untukku Agar aku menjadi bisa Kemudian mampu membuatmu senyum lagi Aku pergi merenda kapas jadi benang Hingga kujahit...

*) Rini Sarini Tentang Setia Bulan kembali menyapa Pada insan yang dimabuk cinta Berasas pada rasa Dan detik penuh makna Beribu kisah tertanam di sana Pupuk setia penyubur kasih Kepercaayaan kunci bahagia Abadi buah kasih Meski ribuan hama meyerang Hati gigih siap menangkis Hingga namamu subur Tumbuh...

*) Komunitas Sastra Hujan-Ruteng Evan Merindu…. Mata terpejam menatapmu Menaruh hati di pelupuk mata Aku merasa ada cinta Ketika hati mulai berkata Rasa ini adalah milik rasamu Ratna Berkelana….. Rasa.. Seperti terbelenggu dalam asa Ada namun tak merasa Aku tertikam rasa sendiri Namun aku tak mati...

*) Yandris Tolan RINDU Kepada pena yang setia memilih sajak Rasa ini belum cukup mencumbu rindu Mulai dari jutaan detik menuju musim-musim paling menawan Bagai tirai senja yang selalu beralih jatuh cinta di bukit-bukit barat Dengan apa lagi aku menamakanmu,...

*) Patris Gandur Malam itu merupakan bentangan waktu yang sulit dipastikan suasananya. Antara sedih dan senang sungguh buntu tuk dilukiskan. Suasana itu memang sulit dipergoki tetapi raut wajah dan bahasa tubuh yang tak jelas itu...

*) Albertus Dino Bukit Lingko Lolok Aku terkenang akan wajahmu yang meronah dan mempesona Ketika aku menemani ibu menyusuri lereng bukit indah permai yang terletak di bagian selatan kecamatan Lamba Leda saat itu, Ibu dengan roka-nya di pundak...

*) Melan Wanda BERANDA Di beranda kukembali mencumbumu Bersama rupa hening yang menyayat jiwa Awal aku memilih pena bertuan sajak Tanda kelana rinduku padamu Di beranda Secuil sukamu telah kurekat pada sobekan kertas Agar kita tak lagi beralih...