Jumat, Desember 15, 2017

HEADLINE

GADIS LEWOHALA, Puisi-Puisi Sil Nilan

*) Sil Nilan AKU BUKAN ARCA Aku bukan arca di matamu Yang bisa kau anggap beku Hingga sepi membaju waktu Kutangkap angin mendesau Cecerkan di bianglala Biar engkau tahu Badai yang kau hembusi Akan berlalu dariku Mungkin saja baik untukku Ada waktu  engkaukan  mengerti Bahwa sesungguhnya Angin...

TELEUNA, ITU HUJAN, Puisi-Puisi Ihsan Reliubun

*) Ihsan Reliubun Teleuna Hutan itu sahabat Di hutan aku berteman ketakutan Lembah-lembah menjulang di antara punggungan bukit Ah! Aku hilang, sedetik pun maju detak jantung berdetak ketakutan Irama biofera mendesau, Teleuna adalah ketakutanku Ketakutanku mengawali tapak kaki berjejak Aku kembali mundur...

PAGI, SELALU, Sajak-Sajak Penyair Kereta

*) Penyair Kereta PAGI Stasiun ku kembali Seribu kaki melewati mesin waktu Tawar harap mengendus permainan Menyemai harum bibit bestari Mengumpamakan langit mengurung Awam gelisah mengundang basah Menapaki kaki tangga langit Menyapa bidadari berdandan Elok lestari berdendang lagu Berirama satu mengundang kalbu Melupakan lara sambut asa Menarikan...

DI KOTA KEMBANG CINTAKU BERLABUH, Cerpen Ervino Hebry Handoko

*) Ervino Hebry Handoko Kicauan burung menyapa alam pertanda sang fajar telah tiba. Tetesan embun berlahan mengalir mengisi rongga-rongga bumi yang diterpah sang surya berlalu.  Kini sang surya kembali menyapa alam. Sinar mentari pagi yang...

HAWA, MENGEJA CAHAYA, Sajak-Sajak Komunitas Sastra Hujan Ruteng

*) Komunitas Sastra Hujan-Ruteng HAWA Ani Merenung Pesonamu tak lekang zaman Tak pernah pudar oleh waktu Semboyan indahmu Kini berbuah manis Dinikmati insan yang mendamba kebebasan hidup Ratna Bersenandung Masih terekam dalam memoryku Tentang bongkahan-bongkahan batu karang Yang telah terkikis oleh bilah kristal...

Sebuah Kontemplasi Dan Upaya Menghidupkan Yang Mati, Yang Tersisa Dari Maumerelogia

*) Ricko W. Rendra pernah menulis sebuah esai yang bagus berjudul, ‘seniman sebagai agen kontemplasi kehidupan’. Di dalamnya Rendra mengulas bagimana peran seniman dan hasil karyanya di dalam kehidupan. Baginya, bentuk dan isi kesenian tidak...

ELEGI ESOK HARI, Puisi-Puisi Dedi Lolan

*) Dedi Lolan ELEGI ESOK HARI (Buatmu untuk esok pagi) Bau kopi masih melongo sedang kau pakai malam di mejamu Sedikit kerutan kecut bertamu di jidatmu Lihat! Parade semut masih saja berjejal bekal Tidak seperti kau menggerah Mengapa tunduk? Mengapa ringsuk? Jangan terlalu...

RINDU UNTUK GURU, SANG GURU “AKU” Sajak-Sajak Rini Temala dan Fitri Wolos

RINDU UNTUK GURU :Teruntuk Bpk. Yos Mami Rini Temala Mengekalkan namamu dalam puisi Memberi makna dari sehimpun kata Tak ada rindu memperkaya diri Adalah niat mencerdaskan bangsa Melewati malam sedalam rasa... Ada yang salah dalam bertindak? Menjemput pagi dengan cinta di ujung jari... Hari...

MENANTI JAWABAN, Puisi-Puisi Aldus Wae

*) Aldus Wae MENANTI JAWABAN Gelanggan terbuka lebar Suara pengusik penuh bisik Kata memakan rasa, tiada pandang Semuanya jadi buta, rasa menjajah jiwa Berteriak sekeras baja biar larut bersama desahan angin Membawa pada mereka akan pesan yang lama menanti Terlalu lama berdiam...

WANITA ITU, Puisi-Puisi Hardy Sungkang

*) Hardy Sungkang Rindu Di Pelabuhan Kecil Masihkah engkau ingat, tentang rindu di pelabuhan kecil. Gerimis mengancam, menari riak tanpa ragu. Wajah-wajah berlabu rindu menanti, pada bibir pelabuhan kecil, mata hati mereka tak pernah terlelap dari keraguan, kecemasan menampar bersama ombak. Itu...

TERKINI

TERPOPULER